Image default
Nasional

Para Kiai Usulkan 6 Pos Kementerian buat PKB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jatah enam menteri di kabinet kerja II. Karena harapan ini muncul setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menerima banyak kiai dari berbagai daerah. Adapun enam kementerian yang diharapkan para kiai bisa diberikan kepada PKB adalah Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Agama.

Anggota DPR RI ini menjelaskan, enam posisi kementerian ini menjadi harapan para kiai untuk melihat PKB bekerja lebih giat membantu pemerintahan yang akan datang. "Kementerian kementerian tersebut berkaitan langsung dengan prioritas kepentingan umat dan keberlangsungan nilai dakwah islam aswaja dan penguatan nasionalisme," tegas mantan Direktur Relawan TKN Jokowi KH Maruf Amin ini. Pelantikan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tinggal menghitung hari.

Pada 20 Oktober 2019, Jokowi akan dilantik sebagai presiden dan KH Maruf Amin menjadi wakil presiden RI untuk periode 2019 2024. Namun hingga kini siapa bakal calon menteri yang akan mendampingi Jokowi untuk lima tahun mendatang belum juga muncul. PKB sebagai partai pendukung Jokowi Maruf disebut sebut akan mendapatkan jatah empat menteri.

Jatah ini sama seperti jatah PKB di periode pemerintahan Jokowi Jusuf Kalla. Adapun empat kader PKB yang masuk kabinet Jokowi JK pada periode 2014 2019 adalah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Namun Wakil Sekretaris Dewan Majelis Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq berharap partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu mendapat jatah lebih, yakni lima kursi menteri.

PKB menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk memberikan berapa kursi menteri kepada PKB. "Sebenarnya ingin lebih dari yang sekarang, lima lah ya. Tapi setelah melihat komunikasi terakhir itu, empat," ujar Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Maruf ini di Kompleks Parlemen, Minggu (29/9/2019) lalu. Selain itu ada kader PKB lainnya yang selama ini bekerja di TKN Jokowi Maruf, KH Maman Imanulhaq dan Abdul Kadir Karding.

Kabarnya PKB juga mendorong nama Rusdi Kirana. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengaku belum diberitahu Jokowi mengenai nama nama menteri yang akan mengisi kabinet pemerintahan lima tahun ke depan. Sebelumnya, Jokowi mengaku sudah menyebut nama nama menteri telah disampaikan kepada Ketua Umum partai politik pengusungnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Belum ada, belum," kata Cak Imin di lokasi Muktamar PKB, Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019) lalu. Cak Imin menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait kandidat menteri kepada Presiden Jokowi. Ia mengatakan para kader PKB sudah pasti siap apabila diajak Jokowi bergabung dalam kabinet. "Tetapi siapa yang diajak dan bagaimana posisinya semuanya adalah hak prerogratif presiden," kata Cak Imin.

Berita Terkait

Habibie Tinggalkan Banyak Warisan untuk Bangsa Indonesia, Mulai Industri Transportasi hingga UU Pers

Maya Rosfi'ah

DPRD DKI Minta Dinkes DKI Tak Abai Soal Ancaman DBD Di Tengah Wabah Corona

Maya Rosfi'ah

Prabowo Kehilangan Sosok Sahabat & Prajurit yang Hebat Djoko Santoso Meninggal

Maya Rosfi'ah

Modusnya Sunat Dana & Sembako 16 Kasus Penyelewengan Bansos Covid-19 di Sumut Ditelisik Polisi

Maya Rosfi'ah

Rekomendasi Ini Suatu Kehormatan Sekaligus Tanggung Jawab Ucap Terima Kasih pada Megawati Gibran

Maya Rosfi'ah

22 April 2020 Materi SMP Belajar di TVRI Rabu Jawaban Soal Apakah Keunikan Tari Lenggang Nyai

Maya Rosfi'ah

Prabowo: Untuk Apa Sih Jabatan? Ganti Kepemimpinan Itu Hal Biasa

Maya Rosfi'ah

Peringatan Gelombang Tinggi Jumat 5 Juni 2020 Capai 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia BMKG

Maya Rosfi'ah

Sandiaga Uno Beri Tanggapan ‎Banyak Survei Soal Prediksi Berakhirnya Covid-19 di Indonesia

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment