Image default
Regional

Pelaku Sempat Kabur Setelah Diamuk Massa Ayah Tega Setubuhi Dua Anak Tirinya hingga Hamil

Seorang ayah di Batanghari, Jambi, berinisial A tega memerkosa dua anak tirinya hingga hamil. Pelaku melakukan aksi bejatnya dalam rentan waktu yang berbeda. Mulanya A menyetubuhi anak tiri pertamanya dari September 2019 hingga April 2020 sampai korban hamil.

Setelah itu, ia mulai menyetubuhi anak tiri keduanya sejak Januari 2020 hingga Mei 2020. Aksi bejat A terbongkar setelah perut korban mulai membesar. Keluarga melihat ada yang aneh pada tubuh korban.

Saat itu, keluarga korban tengah kumpul bersama. Korban pun menceritakan apa yang dialaminya, termasuk siapa yang telah menghamilinya. Kronologi pemerkosaan diungkap oleh Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto.

"Pertama kali A menyetubuhi anak tiri pertamanya dari September 2019 hinga April 2020 sampai korban hamil. Tak hanya itu, ketika tidak puas dengan anak pertamanya, Mulai melirik adik korban,

Kata Dwi, aksi pelaku terbongkar saat keluarga korban kumpul bersama pada Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB membahas soal kecurigaan dan isu yang berkembang tentang kehamilan korban. Saat itu, sambung Dwi, salah satu korban ditanya neneknya tentang pria yang telah menghamilinya. Korban pun mengaku jika pria yang telah menghamilinya adalah ayah tirinya.

Mendengar itu, keesokan harinya, Kamis (28/5/2020) sekitar pukul 16.30 WIB pihak keluarga korban melaporkan perbuatan A ke polisi. "Setelah menerima laporan tersebut, Anggota kita melakukan visum dan pemeriksaan terhadap saksi saksi," ungkap Dwi.

Setelah diyakini pelaku yang memerkosa korban adalah ayah tirinya, petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dibantu Babinkamtibmas serta tim opsnal Polres Batanghari langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Dan saat proses pengejaran tersebut pelaku berusaha melarikan diri," ujarnya. Pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 18.30 WIB dan dibantu oleh warga sekitar.

Warga yang geram dengan ulah pelaku langsung menghakiminya. "Dalam proses penangkapan terhadap pelaku, saat itu warga tidak terima dan menganiaya pelaku. Melihat hal tersebut anggota kita langsung bergerak cepat melarikan tersangka dari amukan masa yang berjumlah kurang lebih 300 orang," jelasnya.

Atas perbuatannya, kata Dwi, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (1) dan (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Pelaku terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," tegas Dwi. KapolresBatanghariAKBP Dwi Mulyanto mengatakan, saat proses penangkapan A, pemerkosa dua anak tirinya hingga hamil, pelaku sempat diamuk massa.

Melihat itu, sambung Dwi, anggota langsung bergerak cepat dengan melarikan tersangka dari amukan massa. Pelaku diamuk massa karena warga tak terima dengan ulah pelaku yang dengan tega memerkosa dua anak tirinya hingga hamil. Bahkan, sebelum ditangkap, lanjut Dwi, pelaku berusaha melarikan diri.

Berita Terkait

Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Hilang di Dekat Sungai

Maya Rosfi'ah

Jasad Mubin Ditemukan Tersangkut Batang Kayu Dua Hari Hilang Terbawa Arus Sungai Serdang

Maya Rosfi'ah

Kesal Bapak Kasar menuju Ibu & Pilih Wanita Lain Memaki di Facebook Anak Dilaporkan Ayah menuju Polisi

Maya Rosfi'ah

Penanganannya Gunakan Protokol Covid-19 Pingsan di Sekitar Terminal Pelabuhan Ratu

Maya Rosfi'ah

4 Miliar Gagal Diselundupkan menuju Sampit Kalteng 400.000 Butir Zenith Senilai Rp 1

Maya Rosfi'ah

Makhluk Itu Punya 5 Cakar Sosok Misterius Pemangsa Hewan Ternak di Taput Penelitian BBKSDA

Maya Rosfi'ah

Pemuda Ini Kembali Melakukan Aksi Begal Baru Bebas Dari Penjara

Maya Rosfi'ah

Seorang Penambang di Belitung Tewas Diterkam Buaya Hilang saat Cuci Timah di Sungai

Maya Rosfi'ah

Kemnaker Konsen pada Pelatihan Inkubasi Bisnis Serap 70 % Pekerja

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment