Image default
Bisnis

Pemerintah Tambah Utang Baru Rp 28 Triliun di Bulan Juli 2019 Tambal Defisit

Pemerintah kembali menambah utang untuk menutup defisit anggaran tahun 2019. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total pinjaman secara multilateral sampai Juli 2019 sebesar US$2 miliar atau setara Rp 28,4 triliun (kurs Rp 14.200). Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) KemenkeuLuky Alfirman mengatakan pemerintah menarik pinjaman dari institusi internasional yaitu Asian Development Bank (ADB) sebesar US$ 500 juta atau setara Rp 7,10 triliunpada bulan Juli 2019. Hingga Juli lalu, Luky mengatakan total penarikan pinjaman secara multilateral mencapai US$ 2 miliar atau setara Rp 28,4 triliun. “Sekitar US$ 1 miliar (Rp 14,2 triliun) lagi dari World Bank,” ujar Luky, Kamis (8/8/2019).

Penarikan pinjaman secara multilateral, lanjutnya, bersifat fleksibel untuk dilakukan oleh pemerintah. Biasanya, keputusan menambah utang melalui pinjaman multilateral diambil saat pasar modal mengalami tekanan sehingga pemerintah sulit dan berisiko jika menambah sumber pembiayaan melalui penerbitan surat berharga negara (SBN). Sesuai dengan prognosis pemerintah yang telah disampaikan di DPR pada Juli lalu, defisit APBN 2019 diperkirakan mencapai Rp 310,8 triliun atau 1,93% dari produk domestik bruto (PDB).

Perkiraan tersebut lebih besar dari target defisit yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 296 triliun atau 1,84% dari PDB. Luky mengatakan, pemerintah belum menetapkan strategi apa yang akan ditempuh untuk menambah sumber pembiayaan untuk defisit anggaran tersebut. “Kami masih melihat kondisi market. Tapi kami punya fleksibilitas, punya pilihan untuk menarik pinjaman atau menerbitkan SBN lagi,” ungkap dia.

Sepanjang semester I 2019, pembiayaan utang pemerintah mencapai Rp 180,45 triliun. Pembiayaan utang terdiri dari penerbitan SBN neto sebesar Rp 195,72 triliun dan pinjaman neto sebesar (minus) Rp 15,27 triliun. Pinjaman neto terdiri dari pinjaman dalam negeri yang mencapai Rp 388,2 miliar dan pinjaman luar negeri yang mencapai Rp 14,88 triliun.

Berita Terkait

Malindo Air Buka Rute Baru ke Adelaide via Denpasar

Maya Rosfi'ah

Baja Impor dengan SNI Palsu Berpotensi Ganggu Proyek Infrastruktur Nasional Indef

Maya Rosfi'ah

Pengajuan Kartu Kredit Online dan Keuntungan Memilikinya di CekAja

Maya Rosfi'ah

Transaksi di Kompas Travel Fair Ditargetkan Capai Rp 111 Miliar

Maya Rosfi'ah

Harga Emas Antam Turun Rp 1.000 Jadi Rp 700.000 per Gram

Maya Rosfi'ah

Soal Kemungkinan Diminta Jadi Menteri Lagi, Budi Karya Sumadi: Jalannya Allah Saja

Maya Rosfi'ah

Penjelasan Bea Cukai atas Temuan Spare Part Ilegal Harley Davidson di Pesawat Garuda

Maya Rosfi'ah

Menteri Sri Mulyani akan Sampaikan Risiko PPh Badan Penghasilan Diturunkan ke Presiden

Maya Rosfi'ah

Contek Cara Banananina Beriklan Hemat di Medsos Kian berhasil di Tahun ke-10

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment