Image default
Nasional

Pemerintah Wajib Tegas Terhadap FPI Sekjen Bamusi

Sekjen Baitul Muslimin (Bamusi) organisasi sayap PDI Perjuangan, Falah Amru mengingatkan pemerintah untuk tegas terhadap Front Pembela Islam (FPI). Falah menegaskan, pemerintah disarankan tegas jika berencana membubarkan FPI. "Jadi pemerintah harus tegas jika ingin membubarkan FPI jangan plintat plintut kebanyakan tarik ulur. Di negara kita sudah ada aturan main terhahap ormas, Dalam klausul FPI yang bermaterai juga sudah terlihat jelas," masa di dalam AD/ART ada klausal khilafah islamiyah ga bener inikata Falah, Sabtu (30/11/2019). Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan, pemerintah belum bisa menerbitkan surat perpanjangan izin ormas Front Pembela Islam ( FPI).

Mahfud membenarkan bahwa penerbitan surat izin itu masih terganjal persoalan AD/ART. "Sudah diumumkan kan (menurut informasi dari Mendagri Tito Karnavian). Ya itu pengumumannya, begitu," ujar Mahfud kepada wartawan di Auditorium Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat (29/11/2019) lalu. Mahfud kemudian membenarkan pernyataan Mendagri Tito terkait AD/ART ormas FPI.

"Iya. Ya itu pengumumannya. Ada permasalahan sehingga tidak bisa dikeluarkan sekarang (surat izin perpanjangan). Ya itu saja," kata dia. Saat ditanya perihal tindak lanjut atas kondisi ini, Mahfud meminta publik menunggu. Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, proses perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI relatif memakan waktu lebih lama karena ada beberapa masalah pada AD/ART ormas tersebut. Hal ini disampaikan Tito saat menjawab pernyataan anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI P Junimart Girsang agar cermat dan berhati hati dalam menerbitkan SKT FPI.

Tito mengatakan, dalam visi dan misi FPI, terdapat penerapan Islam secara kafah di bawah naungan khilafah Islamiah dan munculnya kata NKRI bersyariah. "Tapi, kemarin sempat muncul istilah dari FPI mengatakan NKRI bersyariah. Apakah maksudnya dilakukan prinsip syariah yang ada di Aceh apakah seperti itu?" kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019) lalu.

Berita Terkait

Ini Maksudnya Virus Corona yang Masuk menuju Indonesia Ternyata Bukan Kategori penting Covid-19

Maya Rosfi'ah

Hipmi Gelar Musda Secara Virtual Kali Pertama

Maya Rosfi'ah

Warga Diminta Atur Waktu Perjalanan Puncak Arus Balik Diprediksi 2 Agustus 2020

Maya Rosfi'ah

Ini buat merespon Keraguan Publik Tangkap Djoko Tjandra Kabareskrim

Maya Rosfi'ah

Perlu Ketemu Beliau! Yunarto Wijaya Puji Nyali Pendeta Bongkar Korupsi di Kalteng Laode Tandai KPK

Maya Rosfi'ah

Tidak Ada Open House saat Idul Fitri Istana

Maya Rosfi'ah

Dilengkapi Flight Simulator Dan Pabrik Pengolahan Ikan Kediaman Susi Pudjiastuti Di Pangandaran

Maya Rosfi'ah

Tri Rismaharini Marah Besar Tahu Mobil Bantuan BNPB Dialihkan menuju Kota Lain di Jawa Timur

Maya Rosfi'ah

Ini Bukan Warung Kopi Poyuono Sebut Erick Thohir Dibohongi hingga Debat dengan Arya Karni Ilyas

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment