Image default
Regional

Pemuda Ini Kembali Melakukan Aksi Begal Baru Bebas Dari Penjara

Baru keluar penjara karena asimilasi Covid 19, H (22) warga Perumnas Mandala dari Lapas Pemuda Tanjung Gusta Medan malah kembali melakukan aksi kejahatan. Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji menyebutkan pelaku dijerat pasal 365 ayat 2 KUHPidana. "Pelaku terancam hukuman 12 tahun tahun penjara," ungkapnya Sabtu (9/5/2020) saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan.

Irsan menyebutkan untuk pelaku residivis asimilasi nantinya akan menjalani proses hukuman yang sebelumnya terlebih dahulu. "Jadi dia ini nanti akan menjalani dulu hukumannya yang sebelumnya, baru nanti akan menjalani hukuman baru yang dari perbuatannya yang sekarang ini," tegasnya. Sedangkan, pelaku penadahnya berinisial AR alias A (42) terancam pasal 480 KUHP dengan pidana dengan penjara selama lamanya empat tahun.

Sebelumnya Polrestabes Medan bersama Polda Sumut berhasil mengamankan tersangka H warga Perumnas Mandala bersama pelaku lainnya berinisial K (25) yang ditembak mati. Keduanya beraksi pada pada 2 Mei 2020, menggasak motor korban Rian Hadi Kesuma saat hendak berangkat bekerja di Jalan Komplek Perumahan Veteran, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan. Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji membenarkan bahwa pelaku H adalah napi yang baru dibebaskan dari program asimilasi Kemenkumham pada bulan April 2020 lalu.

"Napi asimilasi ada, yang berinisial H. Dia bulan April kemarin mendapatkan program asimilasi," tuturnya. Ia menyebutkan bahwa pelaku telah dua kali beraksi setelah dilepaskan dari program asimilasi. "Sudah dua kali beraksi dari pendalaman anggota di lapangan," katanya.

Irsan juga menyebutkan bahwa pelaku sebelumnya juga ditangkap kasus sama yaitu pencurian dengan kekerasan. "Sama juga kasus 365 pencurian dengan kekerasan, curas," ungkapnya. Sebelumnya, Polrestabes Medan tembak mati pelaku begal dengan samurai di Komplek Perumahan Veteran, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan pada pukul 00.00 WIB, Sabtu (9/5/2020) dini hari.

Pelaku yang ditembak mati bernama RRL alias K (25) warga Perumnas Mandala. Ia menyebutkan pelaku beraksi bersama satu orang rekannya berinisial H (22) yang telah terlebih dahulu di awalamankan Polda Sumut. Irsan menegaskan pelaku melakukan perlawanan dengan mengancam petugas dengan samurai.

"Kita berhasil menangkap hasil ungkap kasus curas, dimana hasil koordinasi dengan Polda Sumut. Polisi telah menangkap pelaku H warga Perumnas Mandala. Lalu pada saat tanggal 9 Mei, petugas mendapati kabar salah satu tersangka berada di suatu tempat. Ketika dilakukan upaya penangkapan pelaku berinisial K ini melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas," tuturnya.

Selanjutnya petugas membawa tersangka ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan pertolongan namun tidak tertolong dan tim medis menyatakan bahwa tersangka sudah meninggal dunia. Ia menuturkan, kronologi terjadi dimana pada 2 Mei 2020, korban Rian Hadi Kesuma dibegal saat hendak berangkat bekerja di Jalan Komplek Perumahan Veteran, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan. "Jadi pada tanggal 2 Mei, korban Rian Hadi Kesuma dari rumahnya di Perumahan Veteran Percut Sei Tuan Menuju ke Rumah Sakit Haji sekitar pukul 6 pagi.

Di pertengahan jalan diberhentikan oleh dua orang pelaku yang tidak dikenal. Menghentikan kendaraan dan mengambil kuncinya dengan senjata tajam samurai dan parang. Lalu kendaraan korban diambil paksa dua orang pelaku," tutur Irsan. Lebih lanjut, Irsan menyebutkan peran dari pelaku RRL alias k adalah mengambil motor sedangkan pelaku H berperan mengancam korban dengan samurai. Ia menuturkan bahwa pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena pelaku melakukan perlawanan.

"Lalu setelah melakukan pendalaman dengan Polrestabes Medan muncul lah inisial K dikembangkan. Peran pelaku K ini adalah mengambil sepeda motor sedangakan pelaku H untuk mengancam para korban," beber Irsan. Selanjutnya, ia menyebutkan pihaknya juga berhasil menangkap penadah curian senilai Rp 22,8 juta. "Lalu ada pengembangan kita dapatkan 480 pelaku penadahnya berinisial AR alias A berumur 42 tahun warga Jalan Cendrawasih Mandala. Dimana ia berperan menjual sepeda motor kepada pelaku inisial I (DPO) senilai Rp 2.7 juta," pungkasnya

Berita Terkait

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 21 2 Hari setelah Lebaran

Maya Rosfi'ah

Seorang Wanita Nekat Selundupkan Narkoba menuju Sel Tahanan Polsek Medan Barat buat Sang Suami

Maya Rosfi'ah

Wamendes PDTT Saksikan Panen Cengkeh di Bogor

Maya Rosfi'ah

Pelaku Bukan ASN Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana di Surabaya Dibekuk

Maya Rosfi'ah

Ibu Korban Terkejut Putrinya Hamil 9 Bulan Bocah SD Melahirkan Bayi Seusai Tidur di Depan TV

Maya Rosfi'ah

Kondisi Terkini Achmad Purnomo setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Maya Rosfi'ah

Masih Dipaksa Menikah Setelah Dicabuli Ayah Tiri Nasib Tragis Gadis umur 12 Tahun di Sulsel

Maya Rosfi'ah

Jari-Bibir Membiru Warga Banjarnegara Ditemukan Suaminya Meninggal Dievakuasi dengan APD

Maya Rosfi'ah

Diduga Diperkosa Dianiaya hingga Akhirnya Dibunuh Bocah 10 Tahun Tewas Tergantung di Tali Jemuran

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment