Image default
Nasional

Pengacara Tidak Tahu Sakit yang Diderita Romahurmuziy

Muhamammad Romahurmuziy kembali menerima perawatan KPK. Kali ini eks Ketua Umum PPP itu sampai harus dilarikan ke Rumah Sakit Polri karena sakit yang dideritanya. Pengacara dari Romy sapaan Romahurmuziy, Maqdir Ismail mengaku tidak mengetahui penyakit yang diderita kliennya. Maqdir menjelaskan, dokter yang dimaksud adalah dokter KPK dan dokter RS Polri.

Seakan tidak ingin berbicara lebih banyak, ia hanya menyarankan wartawan untuk bertanya ke KPK. "Lebih baik tanya KPK saja. Karena Pak Romy itu tahanan KPK lebih baik ditanya ke KPK," tukasnya. Diketahui, anggota Komisi XI DPR tengah dalam proses pembantaran atau penangguhan masa penahanan.

Juru Bicara KPKFebri Diansyah menerangkan, Romy dibantarkan karena mengeluh sakit. Saat ini Romy sedang berada di RS Polri untuk menjalani perawatan. "Sejak 2 April dia di RS Polri. Karena dia membutuhkan rawat inap di luar KPK. sehingga yang bersangkutan dibantarkan. selama pembantaran tersebut tidak dihitung masa penahanan," jelas Febri di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Akan tetapi, Febri tidak bisa menjelaskan lebih rinci soal keluhan yang diderita Romy. Menurutnya, hal itu bakal menyalahi prosedur yang sudah berlaku. "Artinya dari pemeriksaan dokter di KPK, penanganannya perlu dilakukan di luar rutan," kata Febri. Sebelumnya pada Kamis (21/3) lalu, Romy juga pernah mengeluh sakit. Namun saat itu ia tak sampai diboyong ke rumah sakit.

Hal itu juga yang membuat pemeriksaan perdana Romy sebagai tersangka gagaldilaksanakan KPK. "Dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan. Beberapa indikator kesehatan masih dalam angka yang wajar. Namun tersangka mengeluhkan sulit tidur dalam beberapa hari ini," kata Febri kepada wartawan, Kamis (21/3). Dalam perkara ini tersangka Muhammad Romahurmuziy alias Romy selaku anggota Komisi XI DPR dan mantan Ketua Umum PPP diduga telah menerima uang suap senilai Rp300 juta dari tersangka mantan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kab Gresik Muhamad Muafaq Wirahadi.

Rinciannya, Rp250 juta dari Haris dan Rp50 juta dari Muafaq. Suap itu diduga diberikan demi memuluskan proses pengisian jabatan di Kemenag Jatim. KPK menduga tersangka Romy terlibat juga dalam proses pengisian jabatan untuk wilayah lain.

KPK juga menduga Romy tak sendirian dalam menerima aliran suap itu.

Berita Terkait

Gotong Royong UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi

Maya Rosfi'ah

Asal Usul Danau Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah Selasa 23 Juni 2020

Maya Rosfi'ah

Prabowo Megawati Bertemu, Jimly: Itu Sinyal Move On

Maya Rosfi'ah

Kemendikbud Putuskan Sekolah yang Berada di Zona Hijau Covid-19 Boleh Buka BREAKING NEWS

Maya Rosfi'ah

Jawaban Soal SD Kelas 1-3 Belajar dari Rumah TVRI Sebutkan Tokoh-Tokoh yang Ada Dalam Cerita

Maya Rosfi'ah

Sertifikasi Kompetensi Bisa Perbaiki Upah Kerja

Maya Rosfi'ah

Bahas Omnibus Law Hingga Pilkada 2020 SBY & Airlangga Bertemu di Puri Cikeas

Maya Rosfi'ah

Dari Nama Pak Haji Hingga Panda 6 Terdakwa Kasus Jiwasraya Gunakan Nama Samaran Saat Berkomunikasi

Maya Rosfi'ah

Stafsus Yang Punya Konflik Kepentingan Bisa Mengikuti Jejak Belva Devara Bhima Yudhistira

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment