Image default
Nasional

Penjelasan Pemerintah hingga Respons BPJS Watch Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik

Pemerintah kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan tersebut tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Beleid terkait kenaikan kembali iuran BPJS Kesehatan tersebut diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (5/5/2020).

Menurut Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, salah satu alasan naiknya iuran adalah untuk menjaga keberlangsungan BPJS Kesehatan. Pasalnya, saat ini BPJS Kesehatan memiliki masalah keuangan yang besar. Airlangga mengatakan, meski mengalami kenaikan, pemerintah juga akan memberikan subsidi.

Yakni peserta mandiri yang terdiri dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBNU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III akan mendapat subsidi. "Ada iuran yang disubsidi pemerintah, nah ini tetap yang diberikan subsidi," jelas Airlangga. Untuk kelas III, pemerintah akan memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.

Namun, pada 2021 mendatang, subsidi yang dibayarkan pemerintah berkurang menjadi Rp 7.000, sehingga yang harus dibayarkan peserta kelas III senilai Rp 35.000. "Nah yang lain (iuran yang naik) tentu diharapkan jadi iuran yang bisa menjalankan keberlanjutan operasi BPJS Kesehatan," terang Airlangga. Sementara itu, Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar menilai aturan tersebut masih memberatkan masyarakat.

Pasalnya, iuran peserta mandiri kelas I dan II dianggap tidak jauh berbeda dengan aturan sebelumnya. "Pemerintah sudah kehabisan akal dan nalar sehingga dengan seenaknya menaikkan iuran tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat." "Padahal di Pasal 38 di Perores ini menyatakan kenaikan iuran harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat," ujar Timboel, dikutip dari .

Berikut rincian kenaikan untuk peserta mandiri kelas I, II dan III: Kelas I: Iuran peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp 150.000 dari saat ini Rp 80.000. Kelas II: Iuran peserta mandiri kelas II meningkat menjadi Rp 100.000, dari saat ini sebesar Rp 51.000.

Kelas III: Iuran peserta mandiri kelas III juga naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 42.000. Kenaikan tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2020 mendatang. Sebagai informasi, pada akhir tahun 2019 lalu, Jokowi juga menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Berdasarkan Perpres Nomor 75 Tahun 2019, iurannya sebagai berikut: Kelas I: Naik menjadi Rp 160.000 per orang per bulan. Kelas II: Naik menjadi Rp 110.000 per orang per bulan.

Kelas III: Naik menjadi Rp 42.000 per orang per bulan. Namun, Mahkamah Agung kemudian membatalkan kenaikan iuran tersebut dalam Perpres Nomor 75 Tahun 2019. Dengan demikian, iuran BPJS kembali ke awal, yakni Rp 80.000 per bulan untuk kelas I, Rp 51 per bulan untuk kelas II dan Rp 25.500 per bulan untuk kelas III.

Berita Terkait

Modusnya Sunat Dana & Sembako 16 Kasus Penyelewengan Bansos Covid-19 di Sumut Ditelisik Polisi

Maya Rosfi'ah

Buka Kesempatan Orang Saling Kontak Transportasi Umum Beroperasi Ahli Epidemologi Sebut Berisiko

Maya Rosfi'ah

Saya Gak Ada Pikiran Negatif Lihat Benda Ini di Rumah Remaja yang Membunuh Anaknya Ibu Korban

Maya Rosfi'ah

Indonesia Tegas Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Dukung Palestina

Maya Rosfi'ah

Pengacara Rizieq Shihab Sebut Imam Besar FPI Sabtu Ini Tiba di Indonesia demi Reuni PA 212

Maya Rosfi'ah

Orang Biasanya Enggak senang Tegas Pilih Megawati Soekarnoputri Dibanding Jokowi Ganjar Pranowo

Maya Rosfi'ah

DKI Jakarta Jadwal Salat Semarang hingga Medan Bekasi Surabaya Selasa 24 Maret 2020

Maya Rosfi'ah

Ini Link 28 Instansi yang Sudah Umumkan ketentuan & Formasi Pendaftaran CPNS 2019

Maya Rosfi'ah

Penangkapan Djoko Tjandra Bisa Tepis Keraguan Publik Atas Penegakan Hukum

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment