Image default
Bisnis

Penolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja wajib Melihat Secara Jernih Pengamat

Pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo menilai pihak pihak yang menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja harus melihat secara utuh dan jernih. Menurut Wahyu Ario, RUU Cipta Kerja memiliki banyak dampak positif bagi perekonomian Indonesia. “Kita harus memandangnya jernih, dampak positifnya apa. Apakah orang yang mendapatkan positifnya lebih banyak atau tidak. Kalau masih banyak orang yang mendapatkan dampak positifnya sebaiknya kebijakan ini diambil saja,” kata Wahyu saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2020).

Wahyu mengaku yakin RUU Cipta Kerja bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang saat ini stagnan karena ketidakpastian global. “Kan prinsipnya mendorong investasi. Kalau saya baca draftnya itu Pemerintah berkeinginan untuk bagaimana meningkatkan investasi, makanya kemudian tujuannya adalah menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Wahyu. Wahyu berharap bagi pihak pihak yang menolak agar mau berdialog dengan Pemerintah.

Suatu kebijakan tentunya tidak dapat menyenangkan semua pihak, melalui dialog diharapkan bisa mencari jalan tengah demi kepentingan bangsa dan Negara. “Apa yang menjadi keberatan itu kan bisa didiskusikan karena ini kan masih RUU ya tentunya itu dijadikan masukan dulu aja, yakinkan Pemerintah bahwa memang itu memberikan dampak yang tidak baik bagi satu atau dua kelompok orang sehingga kemudian ini bisa diakomodir,” kata Wahyu. Sementara Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan mengaku terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak terkait RUU Cipta Kerja.

Ia mengatakan, sepanjang belum disahkan menjadi undang undang, masyarakat dapat menyampaikan kritik maupun saran. “Kita ingin terbuka, baik DPR maupun kementerian, menerima masukan, mendengar dari masyarakat. Sehingga nanti kita bisa akomodasi lewat kementerian kemudian juga di DPR,” tegas Jokowi. Pemerintah dan DPR RI sejauh ini belum melakukan pembahasan di parleman untuk Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini yang merupakan penyederhanaan dari 74 UU.

Berita Terkait

Sentimen Corona Investor Asing Kini Beralih Beli Emas & Yen Indef

Maya Rosfi'ah

1 Triliun Kasus Corona Membuat Kekayaan Orang Terkaya Asia Turun Rp 83

Maya Rosfi'ah

Shopee Donasi Rp 1 Miliar menuju PMI buat Covid-19

Maya Rosfi'ah

Putuskan Tak Perpanjang Kontrak hingga Bantah Berhenti Beroperasi Lion Air Pangkas 2.600 Karyawan

Maya Rosfi'ah

Buka Gerai di Central Park, Timberland Perkenalkan Sepatu Dari Bahan Daur Ulang Plastik

Maya Rosfi'ah

BCA Siapkan Metode Transaksi Mudah buat yang Bekerja dari Rumah

Maya Rosfi'ah

Stop Penambahan Armada Baru Qantas Rumahkan 25.000 Pegawai Dihantam Covid-19

Maya Rosfi'ah

Pembeli Terbesar Alat Berat dari XCMG SEAM Group

Maya Rosfi'ah

Angkasa Pura Logistik Sewa Pesawat ATR 72-500F Pelita Air Kembangkan Bisnis Kargo

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment