Image default
Superskor

Persib Bandung Persiapkan Uji Coba Hadapi Tim Liga 2 PSKC Ciamis

Persib Bandung menghadapi penundaan Liga 1 2020 akibat Virus Corona dengan rencana melakukan uji coba. Usai urung melakukan uji coba dengan tim Malaysia dan Liga 1, Persib Bandung mencari lawan tanding di Liga 2. Hal ini diutarakan langsung oleh Pelatih Robert Alberts yang rencananya akan menjalani laga uji coba menghadapi salah satu klub Liga 2.

“Jika kami tetap berada di Bandung, kami tentunya akan berjalan dengan program yang sama dengan sebelumnya. "Mungkin berlatih dan mungkin memainkan uji coba, meski kami juga harus melihat level lawan yang dihadapi. "Kami juga mungkin akan menghadapi tim dari Liga 2 untuk bermain,” papar Robert di laman . Robert sangat memperhatikan faktor keselamatan anak anak asuhnya terhindar dari corona.

Memang cukup beresiko jika tim harus bepergian ke luar daerah, namun bila itu harus mereka tak boleh memperlihatkan diri secara mencolok serta mematuhi komitmen medis yang diberlakukan tim. “Jika kami ingin menghadapi tim selevel, mungkin kami harus pergi ke suatu tempat dan bukan di Bandung. "Kami juga harus memperhatikan faktor keselamatan, kami tak perlu memperlihatkan diri kami begitu saja karena adanya virus corona dan tidak pergi ke tempat yang ramai, itu yang akan kami lakukan,” bebernya.

Melihat dari pernyaaan Robert Alberts, diisukan Persib Bandung akan menghadapi tim PSKC Ciamis. PSKC Ciamis kebetulan diperkuat oleh mantan Kapten Persib Bandung, Atep. Ersib Bandung kini digdaya, mereka tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir.

Sorotan tentu ada kepada duet baru, Wander Luiz Geoffrey Castillion yang membuktikan kapasitasnya sebagai duet penyerang tertajam sejauh ini. Tetapi, ada satu nama lain yang sebenarnya adalah ruh permainan dari Persib Bandung, dan menjadi pemain andalan musim ini. Nama Kim Kurniawan musim lalu memang tenggelam, tetapi kini pemain kelahiran Jerman ini menjelma menjadi nyawa baru bagi Persib Bandung.

Musim lalu, bukan musim terbaik bagi Kim Kurniawan, gelandang berusia 29 tahun ini, kesulitan untuk menembus tim utama Persib Bandung. Kim, hanya mengemas 19 penampilan dengan menit bermain sebanyak 788 menit, lini tengah Persib yang sudah sangat sesak dengan adanya pemain pemain berlabel bintang menjadi sebabnya. Ditambah lagi cidera yang sempat memaksanya absen selama nyaris satu musim penuh, tentu membuat keraguan muncul mengenai kualitas Kim Kurniawan.

Kritik dari para supporter Persib Bandung yang kerap mengatakan Kim sudah habis, dijawabnya di musim ini, tentu, ia harus berterima kasih dengan taktikal Robert Alberts. Musim lalu, Persib Bandung bermain dengan skema 4 3 3, dengan satu gelandang bertahan dan dua gelandang yang lebih banyak membantu serangan. Tentu, sulit bagi Kim bersaing di posisi gelandang bertahan dengan adanya sosok Dedi Kusnadar, Omid Nazari, hingga Hariono, bahkan untuk bersaing dengan Rene Mihelic di sektor gelandang serang pun Kim kesulitan.

Lalu, apa yang dilakukan Robert Alberts sehingga Kim Kurniawan mendapatkan tempat musim ini? Pelatih asal Belanda ini mengubah skemanya, sempat dikabarkan menggunakan skema tiga pemain bertahan, Robert Alberts justru bermain dengan skema 4 4 2. Ini untuk mengakomodasi duet baru Persib Bandung : Wander Luiz Geoffrey Castillion yang kini menjadi andalan.

Perubahan dari skema 4 3 3 ke 4 4 2 juga membutuhkan penyesuaian, dengan 4 3 3 Persib jika dijabarkan menjadi 4 1 2 2 1, skema 4 4 2 Persib menggunakan dua gelandang tengah dengan tipikal berbeda. Adalah hal yang mirip dengan apa yang dilakukan Manchester United dan Arsenal era 90 an dimana mereka punya duet gelandang andalan : Keane Scholes dan Vieira Gilberto Silva. Pun demikian dengan Persib Bandung, Kim Kurniawan adalah potongan puzzle penting, dirinya akan menjadi gelandang box to box, sedangkan duetnya Omid Nazari menjadi gelandang pelindung lini belakang.

Duet baru inilah yang sebenarnya jauh lebih penting dari duet Wander Luiz Geoffrey Castillion, buktinya : laga pekan kedua kala Persib Bandung menghadapi Arema FC. Kim Kurniawan dan Omid Nazari diturunkan sejak menit awal, dibuat mati kutu dengan pressing ketat dari gelandang Arema seperti Dendi Santoso ataupun Hendro Siswanto, nampak bahwa Mario Gomez sudah mengantisipasi daya ledak Kim Kurniawan sejak awal. Sulitnya Kim menguasai bola membuat aliran serangan Persib Bandung tersendat, ditambah dengan Esteban Vizcarra yang agak terlambat dalam menjemput bola pun dengan Omid Nazari yang harus mati matian mematikan pergerakan Kushedya Hari Yudo, Persib benar benar kesulitan.

Peluang penalti pertama Persib Bandung tidak lepas dari Kim yang berhasil lepas dari pengawalan ketat pemain Arema FC dan melihat posisi Castillion yan terbebas. Gol pertama Persib Bandung juga kembali ada peran Kim Kurniawan yang diluar dugaan berhasil memenangi duel udara dengan Johan Alfarizi di lini engah, bola kemudian jatuh kepada Geoffrey Castillion, sebelum melakukan bola flick yang salah diantisipasi oleh Syaiful Indra Cahya. Tetapi, meskipun kini menjadi bagian dari Persib Bandung, Kim tetap merendah, menurutnya apa yang dilakukannya tidak lepas dari peran rekan setimnya.

"Ya tentunya senang dan selalu yang saya katakan individual tidak penting, tim meraih dua hasil positif di dua awal jadi modal yang bagus buat skuad Persib," kata Kim, dikutip dari laman Liga Indonesia. Apabila Kim Kurniawan bisa konsisten hingga akhir musim, tanpa mengalami cidera, bukan tidak mungkin Persib Bandung bisa menjadi juara, dan panggilan Timnas Indonesia, bisa kembali didapatnya, terakhir, Kim mendapatkan paggilan Timnas pada 2015.

Berita Terkait

Penerus Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal 5 Fakta Menarik Joao Felix

Maya Rosfi'ah

Kota Yogyakarta Layak Jadi Homebase Klub-klub dari Luar Jawa kata Ruddy Widodo

Maya Rosfi'ah

Pelatih Manchester United Bocorkan Strategi demi Lolos 4 Besar Kabar Liga Inggris

Maya Rosfi'ah

PSSI Keluarkan SK Kelanjutan Kompetisi Setelah Mendengarkan Arahan dari FIFA Mochamad Iriawan

Maya Rosfi'ah

Tertinggal 0-3 The Blues Tanpa Pulisic Bayern Muenchen Vs Chelsea

Maya Rosfi'ah

Sekarang Tugas Saya Merawat Sepatu ‘Keramat’ 6 Juta Barang Spesial Bepe Terlelang Rp 18 Pemenang

Maya Rosfi'ah

Pertaruhan Zona Merah LINK Streaming TV Online Liga Inggris Norwich vs Southampton

Maya Rosfi'ah

dari Bambang Pamungkas hingga Firman Utina 5 Pemain Terbaik Timnas Indonesia dalam Satu Dekade

Maya Rosfi'ah

7 Triliun Federico Chiesa Dibandrol Fiorentina Rp 1

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment