Image default
Travel

Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo Tahun Ini Tertutup buat Wisatawan

Perayaan YadnyaKasada oleh warga SukuTengger di GunungBromo, JawaTimur tetap dilaksanakan di tengah wabah virus Corona ( Covid 19 ). Ritual tahunan itu, kali ini bakal digelar dengan menerapkan protokolkesehatan. Perayaan tersebut dijadwalkan digelar pada 6 dan 7 Juli 2020.

“Kasada tetap dilaksanakan mengingat itu ritual masyarakat Tengger yang dilakukan setiap tahun,” ucap Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS), SyarifHidayat, Sabtu (13/6/2020). Meski YadnyaKasada dapat digelar, perayaan tersebut tidak dapat disaksikan oleh wisatawan. Sebab kawasan GunungBromo masih ditutup untuk mencegah penularan Covid 19. “Untuk tahun ini dibatasi hanya untuk masyarakat Tengger saja,” katanya.

Syarif menyebut YadnyaKasada yang biasanya menjadi agenda wisata tahunan di GunungBromo juga dihapus untuk tahun ini. Kesepakatan itu diambil berdasarkan rapat bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Kepala Desa se Sukapura dan disaksikan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Probolinggo. Terkait pembukaan kembali kawasan Bromo untuk kegiatan wisata di era kenormalan baru, Syarif mengatakan sedang menunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu, rekomendasi dari Pemerintah Provinsi JawaTimur dan empat Pemerintah Daerah yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Lumajang. “Ditambah Gugus Tugas Covid 19 juga sangat penting dan menjadi perhatian kami berkaitan dengan protokol dan komitmen semua pihak,” tandasnya. Sebagai informasi, penutupan kawasan TNBTS untuk kegiatan wisata mengacu kepada surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tertanggal 15 Maret.

Selain itu, juga sesuai dengan edaran Bupati Probolinggo dan Lumajang tertanggal 16 Maret yang memerintahkan agar kawasan wisata di dua kabupaten itu ditutup. Kepala TNBTS pada waktu itu, John Kennedie mengatakan penutupan sementara ini akan terus dievaluasi dengan memperhatikan kebijakan dari Kementerian KLHK dan pemerintah daerah, “Masyarakat diminta tenang, tidak panik,” ucap John.

Berita Terkait

Mbah Lindu yang Sempat Jadi Penjual Gudeg Tertua di Indonesia Meninggal Dunia

Maya Rosfi'ah

Ada Sate Biawak hingga Botok Sarang Tawon 8 Kuliner Ekstrem di Indonesia

Maya Rosfi'ah

3 Fakta Menarik Tentang Hari Raya Waisak

Maya Rosfi'ah

Penduduk Desa di Turki Ini Bisa Berkomunikasi Pakai Bahasa Burung Unik

Maya Rosfi'ah

Status Naik ke Level II Waspada, 3 Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup

Maya Rosfi'ah

Tarif Rp 100 Ribuan buat Liburan Akhir Pekan Deretan Hotel Murah di Puncak Bogor

Maya Rosfi'ah

Prediksi Teknologi Canggih yang Akan Hadir di Bandara Tahun 2030

Maya Rosfi'ah

Ini Makna dari 6 Menu Terbaik di Tuk Panjang Pasar Imlek Semawis 2020

Maya Rosfi'ah

Hadirkan Replika Bangunan Ikonik Eropa, Playparq Bintaro Siap ‘Tantang’ Tiga Generasi

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment