Image default
Regional

Rojikan Pelaku Pembunuhan Ibu Bertahan Hidup dengan Memakan Buah-buahan di Kebun Warga Selama Buron

Rojikan (36), terduga pelaku pembunuhan Mariatun (60), ibu kandungnya sendiri akhirnya diringkus polisi setelah sebulan terakhir jadi buronan Polres Luwu Utara. Warga Desa Hasanah, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan ditangkap di sebuah kebun kakao di Dusun Kande Api, Desa Ujung Mattajang, Kecamatan Mappedeceng, Senin (20/4/2020) sore. Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal menyebutkan, selama buron, Rojikan bersembunyi di area perkebunan warga.

Dengan cara berpindah pindah tempat dari suatu desa ke desa lainnya. Namun dalam pelariannya, dia beberapa kali terlihat oleh warga dan membawa parang. "Jadi selama ini dia berpindah pindah dari kebun ke kebun," kata Syamsul, Selasa (21/4/2020).

Syamsul menyebutkan, Rojikan bertahan hidup dengan memakan berbagai jenis buah buahan di kebun. "Dia makan apa saja yang ditemukan, seperti pisang dan buah buahan lainnya," katanya. Saat ditangkap, dua butir peluru milik aparat kepolisian bersarang di tubuh Rojikan.

Dia dilumpuhkan karena melawan dan ingin menyerang petugas dengan parang saat akan diamankan. "Dia melawan pakai parang dan ingin menyerang petugas. Dilumpuhkan pada bagian betis dan paha," terang Syamsul. Sebelum tertangkap, Rojikan sebulan lebih buron.

Aksinya sempat meresahkan warga di Mappedeceng. Atas perbuatannya, Rojika terancam dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Hadiah 2 Peluru dari Polisi

Dua butir peluru milik aparat kepolisian bersarang di tubuh Rojikan (36), terduga pelaku pembunuhan Mariatun (60) ibu kandungnya sendiri. Polisi melepaskan tembakan ke arah Rojikan saat akan diamankan di Dusun Kande Api, Desa Ujung Mattajang, Kecamatan Mappedeceng, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2020) sore kemarin. Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal mengatakan, penangkapan Rojikan dilakukan di kebun kakao milik warga.

Dia dilumpuhkan karena melawan dan ingin menyerang petugas dengan parang saat akan diamankan. "Dia melawan pakai parang dan ingin menyerang petugas. Dilumpuhkan pada bagian betis dan paha," ujar Syamsul di Mapolres Luwu Utara, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Selasa (21/4/2020). Usai dilumpuhkan, Rojikan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma.

"Dirawat di rumah sakit (RSUD Andi Djemma). Peluru sudah dikeluarkan," katanya. Sebelum tertangkap, Rojikan sebulan lebih buron. Dia bersembunyi di perkebunan warga dengan cara berpindah pindah tempat dan membawa parang.

Aksinya sempat membuat warga di Mappedeceng resah. "Meresahkan warga karena dia membawa parang," kata Syamsul. Kapolsek Mappedeceng, Iptu Arifan Efendi menyebutkan, Rojikan adalah Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ia adalah pelaku kasus pembunuhan Mariatun di Desa Hasanah, Kecamatan Mappedeceng, Senin (16/3/2020) lalu. "Pelaku ditangkap di sebuah kebun warga di Dusun Kande Api atas bantuan warga mengintai keberadaan pelaku. Dia ini dinyatakan DPO setelah dilakukan olah TKP terhadap pembunuhan Mariatun yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri," katanya. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Sementara dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan," katanya. Pasal 338 KUHP berbunyi barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Berita Terkait

Jenazahnya Dibuang di Tol Gresik MM Dibunuh Karena Hamili Istri Orang

Maya Rosfi'ah

Mau Mengatakan Lebay Terserah Tuhan Maha Tahu! Soal Risma Sujud & Menangis di Hadapan Dokter

Maya Rosfi'ah

Kisah Pemulung di Kalimantan Bawa Uang Koin Sekarung menuju Konter buat Beli HP Cucu

Maya Rosfi'ah

Pelaku Palsukan Tanda Tangan & Bawa Seorang Nenek Uang Nasabah Bank di Sumbar Dibobol Rp 75 Juta

Maya Rosfi'ah

Bima Arya Ungkap Hal yang Dirindukan Saat Dirawat Akibat Corona Imbau Warga Tetap di Rumah

Maya Rosfi'ah

Kapal Bongkar Muat Misteri Kapal Karam Terekam Google Maps Nggak Karam Kepala UPP Palabuhanratu

Maya Rosfi'ah

Senin 22 Juni 2020 Pukul 14.00 WIB Pengumuman Hasil Seleksi PPDB Jabar Dilakukan Hari Ini

Maya Rosfi'ah

Pembeli Panik Tahu Kasir Meninggal Positif Covid-19 Nekat Belanja Baju Lebaran Berjubel di Mal

Maya Rosfi'ah

Jumlah Parkiran Ditambah Stasiun Pondok Ranji dari Dikembangkan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment