Image default
Superskor

Ryuji Utomo bilang Sepakbola Thailand Selalu Andalkan Taktik & Teknik

Bek tengah Persija Jakarta, Ryuji Utomo mengungkapkan perbedaan gaya bermain dari dua kompetisi sepak bola Asia Tenggara yang telah diikutinya yakni di Indonesia dengan Thailand. Ryuji Utomo pernah berkarier di kompetisi Thailand dengan memperkuat PTT Rayong di kompetisi kasta kedua pada tahun 2017 2018. Bahkan, pemain berusia 24 tahun itu sukses membawa tim yang diperkuatnya menjuarai Thai League 2 dan promosi ke kasta tertinggi di Thailand.

Selama memperkuat PTT Rayong di Thailand, Ryuji Utomo mencatatkan penampilan sebanyak 18 pertandingan. Namun, Ryuji Utomo hanya bertahan satu tahun dan memutuskan kembali ke menjalani kompetisi sepak bola di tanah air. Kini, pemain jebolan Timnas Indonesia U 19 itu kembali memperkuat tim Persija Jakarta di kompetisi Liga 1.

Dari pengalaman bermainnya tersebut, Ryuji menyadari terdapat perbedaan kualitas yang cukup mencolok dari kompetisi sepak bola di Thailand dan Indonesia. Dalam wawancara dengan presenter kondang Valentino Simanjuntak, Ryuji Utomo mengungkapkan beberapa perbedaan gaya bermain antara kompetisi di Indonesia dengan Thailand. Di kompetisi Thailand, para pemainnya lebih banyak menggunakan taktik dan teknik ketika berlaga di atas lapangan hijau.

Selain itu, cara bermain bolanya lebih simple dan tidak banyak melakukan dribling menusuk ke arah gawang. "Kalau di Thailand taktikal banget ya sepakbolanya. Taktik dan teknik di sana lebih ditekankan, ya gitu sih kalau di Thailand," kata Ryuji Utomo. Berbanding terbaik dengan kompetisi di tanah air. Biasanya, jika di Indonesia lebih banyak bermain dengan ngotot di lapangan.

"Tipe permainannya semuanya kayak gitu, jarang yang main ngotot ngotot," ucap pemain yang pernah memperkuat tim Bahrain, Al Najma tersebut. Kini, permainan Ryuji Utomo di lapangan semakin matang dan membuat lini pertahanan yang diperkuatnya menjadi aman. Pemain kelahiran Jakarta itu menjadi andalan baru Persija Jakarta dalam mengawal pertahanan di kompetisi Liga 1 2020.

Duetnya bersama bek naturalisasi Otavio Dutra mampu membuat lini pertahanan tim Ibu Kota menjadi kokoh dan sulit ditembus. Sederet pengalaman bermain yang dimilikinya membuat tim pelatih selalu memberikan kesempatan bermain di lapangan.

Berita Terkait

Bali United Kembali Gelar Aksi Kemanusiaan di Kabupaten Jembrana

Maya Rosfi'ah

Penentuan Atalanta Juventus-AC Milan ‘Selingan’ Inter Milan & Lazio Prediksi Skor Liga Italia

Maya Rosfi'ah

Kepribadian Zinedine Zidane Dapat Sanjungan dari Eks Bek Juventus

Maya Rosfi'ah

Persib Bandung Persiapkan Uji Coba Hadapi Tim Liga 2 PSKC Ciamis

Maya Rosfi'ah

Gowes jadi Alternatif Keluh Kesah Winger Persebaya Bayu Nugroho soal Tempat Latihan

Maya Rosfi'ah

Tertinggal 0-3 The Blues Tanpa Pulisic Bayern Muenchen Vs Chelsea

Maya Rosfi'ah

Pesan Khusus Kurniawan Dwi Yulianto Kepada Pemain Garuda Select yang Lanjutkan Karier di Eropa

Maya Rosfi'ah

Sekarang Tugas Saya Merawat Sepatu ‘Keramat’ 6 Juta Barang Spesial Bepe Terlelang Rp 18 Pemenang

Maya Rosfi'ah

Bhayangkara FC Setuju Aturan Setiap Klub Liga 1 Wajib Turunkan Pemain Muda

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment