Image default
Nasional

Saya Gak Ada Pikiran Negatif Lihat Benda Ini di Rumah Remaja yang Membunuh Anaknya Ibu Korban

Ibunda APA (6), Ratna mengaku sempat melihat benda milik putrinya di depan rumah NF (15) di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ratna mengatakan saat itu ia yang tengah kebingungan mencari keberadaan APA, tak menaruh curiga sama sekali terhadap NF. Hal tersebut disampaikan Ratna saat menjadi narasumber di acara Indonesian Lawyers Club (ILC), pada Selasa (11/3/2020).

Ratna mulanya menceritakan detik detik ia mengetahui kabar bahwa putrinya meninggal akibat dibunuh. Kamis (5/3/2020) sore, Ratna sempat berbincang dengan putrinya di rumah. Namun pada pukul 15.45 WIB, Ratna harus ke luar rumah guna mengantarkan dagangan yang diminta ibu pelaku.

Ratna pun akhirnya pergi ke Kelapa Gading selama 1 jam 15 menit. "Jam 4 kurang seperapat (15.45 WIB)," imbuh Ratna, ibu korban. "Baliknya jam berapa ?" tanya Karni Ilyas.

"Jam 5 (17.00 WIB)," ungkap Ratna. Setibanya di rumah, Ratna pun spontan mencari anaknya. Namun setelah mencari cukup lama, Ratna tak juga menemukan putrinya.

Ratna pun akhirnya pergi ke rumah ibu pelaku dan bertanya soal keberadaan anaknya. "(ketika sampai rumah) saya nyari anak saya. Saya nanya ke ibu pelaku 'ada A**** ?'. Kata ibu pelaku 'enggak ada'," akui Ratna. Ditanya soal keberadaan korban, ibu pelaku pun sempat mengurai pengakuan.

Diakui ibu pelaku, ia sempat mengetahui bahwa korban mengaku akan mandi atau bermain air. Dalam ceritanya itu, ibu pelaku juga sempat mengungkap kepada Ratna bahwa baju korban basah. Ibu pelaku juga mengaku bahwa korban sudah keluar dari rumahnya.

"Tadi katanya (korban) mandi, ibu pelaku bilang gitu. Mandi atau main air gitu saya juga kurang tahu. Katanya (ibu pelaku) bajunya (korban) basah. Tapi A**** (korban) udah keluar, udah pulang," pungkas Ratna. Bingung usai mendengar cerita ibu pelaku, Ratna pun akhirnya mencari anaknya hingga sore. Namun hasilnya tetap nihil.

"Saya cari (korban) ke rumah saya enggak ada, ke neneknya enggak ada, sampai jam 6 sore tetap enggak ada," imbuh Ratna. Ratna pun lantas meminta sang suami, Kartono untuk pulang ke rumah guna mencari anaknya yang hilang Tapi setelah dicari oleh sang suami dan tetangga hingga jam 2 malam, sang anak belum juga ditemukan.

Keesokan harinya, Jumat (6/3/2020), Ratna berinisiatif kembali mencari anaknya yang hilang. Awalnya, Ratna curiga anaknya ikut terbawa oleh ondel ondel atau topeng monyet. Hingga akhirnya, rasa penasaran Ratna soal keberadaan putrinya terjawab di pukul 10 pagi.

Yakni saat polisi ramai menyantroni rumah pelaku. Mayat putrinya Ratna pun ditemukan oleh pihak kepolisian. "Sampai hari Jumat, pagi, saya masih sempat nyari keliling ke luar (rumah). Saya takut dia ngikut ondel ondel atau topeng monyet gitu. Jadi saya ngiter nyari. Setelah dari situ jam 10 pagi polisi sudah ramai di tempat pelaku," ungkap Ratna dengan suara bergetar menahan tangis.

Mengaku tak curiga dengan pelaku, Ratna memang sempat melihat tanda tanda bahwa putrinya ada di rumah pelaku. Hal tersebut dibuktikan dengan sandal korban yang dilihat oleh ibunya sedang tergeletak di depan rumah pelaku. Namun diakui Ratna, putrinya memang biasa menaruh sandal miliknya di rumah pelaku.

"Malam ibu tidak melihat tanda tanda di rumah pelaku ?" tanya Karni Ilyas. "Sandal (Korban) ada (Di rumah pelaku). Anak saya memang gitu kadang suka naruh sandal di situ (Di rumah pelaku). Pikiran saya itu biasa aja, jadi saya enggak punya pikiran yang negatif atau gimana sama rumah itu. Saya pikir dia main atau kemana," ucap Ratna. Diwartakan sebelumnya, kasus pembunuhan yang dilakukan NF terhadap bocah APA menggegerkan publik.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto mengatakan, cara yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban terbilang sadis. NF tega menenggelambakan korban di bak mandi hingga tewas. Pelaku pun langsung mengikat korban berinisial APA dan menyembunyikannya di dalam lemari pakaian di kamarnya.

Kasus pembunuhan oleh siswi SMP ini pun kini tengah diproses pihak kepolisian Sawah Besar, Jakarta Pusat. Proses hukum yang tengah dijalani oleh pelaku sampai pada tahap pemeriksaan kejiwaan. Kemarin, Senin (9/3/2020), NF diperiksa kejiwaannya oleh tim dokter.

Berita Terkait

Pernyataan ICW yang Sebut Jokowi Sponsor Kehancuran KPK Dinilai Kasar & Tak Etis

Maya Rosfi'ah

Jawaban Soal Bagaimana Proses Terjadinya Pencernaan Makanan dalam Sistem Alat Pencernaan Kita

Maya Rosfi'ah

Semuanya Lolos Seleksi Internal 7 Perwira Polri Ikut Seleksi Deputi Penindakan KPK

Maya Rosfi'ah

Tegaskan Istri Meninggal Bukan karena Corona Perawat Kehilangan Istri saat Diisolasi Kisah Adhitya

Maya Rosfi'ah

Belum Terbukti Sebagai Anti Covid-19 Soal Kalung Antivirus Corona Guru Besar Farmasi UGM

Maya Rosfi'ah

Kemendikbud Putuskan Sekolah yang Berada di Zona Hijau Covid-19 Boleh Buka BREAKING NEWS

Maya Rosfi'ah

Materi SD Kelas 1-3 Belajar dari Rumah TVRI Jawaban Soal pada Hari Apa Rania akan Kembali menuju Rumah

Maya Rosfi'ah

Istana Pastikan Kerja Tidak Setengah-setengah Gaji Stafsus Rp 51 juta & Tidak Kerja Full Time

Maya Rosfi'ah

Bagikan Foto Hasil Jepretannya, Ani Yudhoyono: Matahari Terbit Selalu Membawa Suasana Batin Berbeda

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment