Image default
Kesehatan

sebagai Antioksidan hingga Kurangi Risiko Penyakit Jantung 10 Manfaat Jahe bagi Kesehatan

Jahe dikenal sebagai tanaman rempah rempah yang kerap menjadi bahan obat. Jahe dominan dengan rasa pedas yang menghangatkan yang disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Sebagai tanaman yang menjadi bahan obat,tumbuhan yang berasal dari Cina ini memang memiliki banyak khasiat.

Berikut ini khasiat jahe dikutip dari . Jahe dapat digunakan dalam bentuk segar, kering, bubuk, minyak, atau jus. Tanaman yang termasuk dalam jenis Zingiberaceae ini memiliki senyawa bioaktif gingerol.

Gingerol diketahui memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Antioksidan adalah molekul yang melindungi sel sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antiinflamasi adalah molekul yang mengurangi peradangan, sehingga dapat mredakan sakit nyeri dan menurunkan demam.

Meminum secangkir jahe sebelum bepergian dapat membantu mencegah mual dan muntah karena mabuk perjalanan. Menurut healthline, jahe juga dapat meredakan mual dan muntah pada pasien setelah menjalani operasi, dan pada pasien kanker yang menjalani kempterapi. Sementara itu, menurut penelitian pada 1.278 wanita hamil menunjukkan bahw ajahe dapat mengurangi gejala mual secara signifikan.

Namun, meskipun jahe dianggap aman, sebelum mengonsumsi jahe dalam jumlah besar, disarankan untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Jahe telah terbukti efektif melawan nyeri otot akibat olahraga. Menurut penelitian, mengonsumsi 2 gram jahe perhari selama 11 hari dapat mengurangi nyeri otot secara signifikan.

Jahe memang tidak memiliki dampak langsung, tetapi efektif mengurangi nyeri pada otot ataupun sendir. Jahe dapat menurunkan gula darah secara drastis, sehingga mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Gangguan pencernaan kronis ditandai dengan nyeri berulang dan ketidaknyamanan di bagian atas perut.

Jahe dipercaya dapat membantu mengobati gangguan pencernaan tersebut. Selain itu jahe juga berguna dalam meningkatkan pencernaan dan meningkatkan penyerapan makanan. Nyeri haid (dismenore) umumnya akan dirasakan selama siklus menstrurasi.

Jahe berfungsi menghilangkan rasa sakit dan meringankan nyeri haid. Jahe efektif dikonsumsi saat hari pertama menstrurasi. Tingginya kadar kolestrol jahat pada tubuh dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Mengonsumsi jahe dapat menurunkan kolestrol jahat. Jahe merupakan pengobatan alternatif untuk beberapa bentuk kanker. Menurut healthine, jahe efektif melawan kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker ovarium.

Menurut penelitian, kandungan antioksidan dan senyawa biaktif pada jahe dapat menghambat peradangan yang terjadi pada otak. Selain itu juga dapat menegah penyakit alzheimer dan meningkatkan fungsi otak pada wanita lanjut usia. Kandungan gingerol dalam jahe segar dapat membantu menurunkan risiko infeksi.

Bahkan, ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri, seperti bakteri mulut yang menyebabkan penyakit radang pada gusi.

Berita Terkait

Fokus Yayasan Kanker Indonesia Mengurangi Penderita Kanker Di Indonesia

Maya Rosfi'ah

Ini 8 Cara Menurunkan Berat Badan buat umur di Atas 40 Tahun Mudah & Efektif

Maya Rosfi'ah

Segudang Masalah Akibat Penyakit Katarak, Berikut Kisah Naryo

Maya Rosfi'ah

Vitamin D Jadi Kunci Agar ASI Busui Tidak Berkurang Saat Puasa

Maya Rosfi'ah

Gunakan Masker Alami buat Menutrisi Kulit Wajah 6 Cara Atasi Kulit Berminyak

Maya Rosfi'ah

Nutrisi yang Sesuai buat Pasien Kanker Caring People 2019

Maya Rosfi'ah

Apa Saja Tanaman yang Diyakini Bisa Jadi Obat Kanker? Selain Bajakah, Ini Daftarnya

Maya Rosfi'ah

Diabetes dan Hipertensi Picu Kerusakan Ginjal

Maya Rosfi'ah

Turunkan Berat Badan hingga Cegah Kanker 5 Manfaat Buncis buat Kesehatan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment