Image default
Nasional

Seminar Pemakzulan Presiden Disebut Batal Karena Diteror Fadli Zon Bereaksi Kenapa Takut Bicara

Isu pemakzulan presiden yang berawal dari seminar di Universitas Gadjah Mada ( UGM) menuai perhatian Fadli Zon. Anggota DPR RI dari partai Gerindra ini pun membagikan ulang pernyataan dari mantan ketua umum Muhmmadiyah Din Syamsudin. Dalam pernyataannya, Din Syamsudin menyatakan bahwa pemakzulan presiden saat ini sangat mungkin dilakukan.

Akan tetapi, begitu isu pemakzulan presiden akan dihadirkan dalam sebuah seminar di UGM, tiba tiba kini dibatalkan. Seminar mahasiswa UGM itu gagal digelar karena dianggap makar hingga adanya teror pembunuhan yang dialami narasumber dan panitia acara. Sontak Fadli Zon pun memberikan kritikannya terkait masalah tersebut.

Ia bahkan menyinggung soal pihak yang sengaja menghalangi publik mengkritik pemerintah. Hal itu disampaikan Zainal Arifin Mochtar dalam kanal YouTube Refly Harun, Minggu (31/5/2020). Zainal Arifin menyebut pihak panitia dan pembicara mendapatkan teror hingga ancaman pembunuhan akibat topik yang diangkat dalam seminar itu.

Tak hanya itu, ia juga mengklarifikasi bahwa UGM sama sekali tak ada hubungannya terkait pembatalan seminar tersebut. "Saya klarifikasi satu hal soal dibatalkan UGM itu, jadi UGM tidak membatalkan," ucap Zainal. "Ceritanya itu adalah ketika ada teror lalu kemudian pembicara maupun penyelenggara anak anak mahasiswa ini kemudian bertemu lalu menyepakati bahwa keadaan tidak kondusif."

Karena menaganggap teror tersebut berbahaya maka panitia membatalkan seminar pemakaran presiden itu. Melanjutkan penjelasannya, Zainal Arifin Mochtar lantas menyebut UGM tak memiliki peran apapun dalam pelaksanaan dan pembatalan seminar. "Karena memang ada ancaman pembunuhan dan lain sebagainya," ucap Zainal Arifin Mochtar.

"Lalu mereka menyatakan tidak dilaksanakan, jadi UGM sama sekali tidak membatalkan, tidak ada peran UGM di sana membatalkan." Melihat fakta tersebut, Fadli Zon pun memberikan kritikannya. Menurut politisi Parati Gerindr, tidak harus takut membicarakan pemakzulan presiden.

Pasalnya, hal tersebut lumrah terjadi di negara yang menganut asas demokrasi. "Kenapa harus takut membicarakan pemakzulan? itu hal lumrah dlam demokrasi," tulis Fadli Zon. "Yang ketakutan pasti yang tak percaya diri, paranoid dan anti demokrasi," tambah Fadli Zon lagi.

Pada kesempatan itu, sebelumnya Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun meminta pendapat Zainal Muchtar Arifin soal kebebasan berpendapat di era sekarang. Menurut Refly Harun, pembicaraan soal kebebasan seharusnya bahkan sudah selesai diperdebatkan sejak era reformasi. Karena itu, Refly menganggap situasi yang kini terjadi begitu horor.

"Di republik ini Bung merasa enggak sesungguhnya kok sepertinya kita masih berkutat soal soal yang sifatnya harusnya kita sudah selesai sejak reformasi," kata Refly Harun. "Yaitu kebebasan berserikat, berkumpul serta mengeluarkan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Bung merasa enggak sepertinya kok ada suasana horor dalam hal itu saat ini?" Menanggapi pertanyaan Refly, Zainal lantas menyoroti kebijakan yang seolah melarang publik berbeda pendapat dengan pemerintah.

Menurut Zainal, kebebasan berpendapat seharusnya menjadi hak penuh publik. "Saya mengatakan begini, jadi berbeda pendapat ini seakan akan menjadi bid'ah, lalu kemudian orang penganjur bid'ah ini harus masuk neraka," ujar Zainal. "Padahal menurut saya seharusnya kebabasan itu bagian penting sepanjang kemudian tidak ada pemaksaan dan lain sebagainya." tandasnya.

Berita Terkait

Tri Rismaharini Marah Besar Tahu Mobil Bantuan BNPB Dialihkan menuju Kota Lain di Jawa Timur

Maya Rosfi'ah

Wapres Ma’ruf Harap Karya-Karya Azyumardi Azra Bisa Menginspirasi Cara Berpikir Islam Wasathiyah

Maya Rosfi'ah

Saya Gak Ada Pikiran Negatif Lihat Benda Ini di Rumah Remaja yang Membunuh Anaknya Ibu Korban

Maya Rosfi'ah

Peneliti LIPI Syamsuddin Haris Jadi Dewas KPK

Maya Rosfi'ah

Para Kiai Usulkan 6 Pos Kementerian buat PKB

Maya Rosfi'ah

Jaksa Agung Tidak Tahu Status Kewarganegaraan Djoko Tjandra

Maya Rosfi'ah

Iwan Bule Lempar Wacana Selesaikan Jadwal Kacau Liga 1 Baru Terpilih Jadi Ketua PSSI

Maya Rosfi'ah

Moeldoko Minta LKPP & BPKP Perkuat Pendampingan Badan Pelaksana Kartu Prakerja

Maya Rosfi'ah

Harga Capai Rp 95 Ribu Per Biji Kota Solo Langka Masker Waspada Corona & Dampak Hujan Abu Merapi

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment