Image default
Metropolitan

Seteru dengan YouTuber Kasus Laporan Keuangan 8 Masalah Garuda Indonesia di Bawah Ari Askhara

Kasus penyelundupan yang menyeret nama Ari Askhara menguak beragam masalah yang terjadi di Garuda Indonesia. Direktur Utama nonaktif PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra ini dicopot oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Ari Askhara dicopot dari jabatannya lantaran terlibat penyelundupan onderdil Harley Davidson.

Selain onderdil Harley Davidson, dua sepeda mewah Brompton juga diselundupkan dalam pesawat yang sama. Karir Ari Askhara pun terancam tamat setelah diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut. Kasus penyelundupan ini ternyata bukan masalah pertama yang muncul di masa pimpinan Ari Askhara.

Padahal Ari Askhara sendiri baru menjabat sekitar satu tahunan. Melansir Kontan.co.id Ari Askhara menjadi Dirut Garuda Indonesia menggantikan Pahala Mansury dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk 12 September 2018. Sebelum jadi Dirut Garuda, Ari menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia Tbk.

Selama jadi Dirut Garuda, inilah sejumlah kasus yang menimpa maskapai ini dibawah kepemimpinan Ari Askhara. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan pemeriksaan atas 2 maskapai penerbangan terkait indikasi praktik kartel atau duopoli kenaikan tarif tiket pesawat dan biaya kargo. Pemeriksaan tersebut dilakukan di awal tahun 2019 lalu.

Maskapai penerbangan yang diperiksa oleh KPPU yakni Garuda Indonesia Group, yakni Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air serta Lion Air Group (Lion Air, Batik Air dan Wings Air) Penyelidikan dilakukan sejak bulan Februari 2019. Pada 5 Juli 2019 lalu, Kppu memutuskan untuk menaikkan penyelidikan kasus kartel tiket pesawat ke tingkat pemberkasan.

KPPU mengumumkan hasil penyelidikan atas dugaan pelanggaran rangkap jabatan direksi Garuda Indonesia di susunan komisaris Sriwijaya Air pada 21 Januari 2019 lalu. Nama Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo juga menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Sriwijaya Air, pasca Sriwijaya Air yang memutuskan bergabung menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group. Para direktur tersebut dianggap melanggar pasal 26 Undang Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

Dalam Undang undang yang tertulis, seseorang yang menduduki jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan pada waktu yang bersamaan dilarang merangkap menjadi direksi atau komisaris apabila berada dalam pasar yang sama, keterkaitan erat di bidang yang sama, dan menguasai pangsa pasar yang menyebabkan terjadinya monopoli. Kasus laporan keuangan Garuda Indonesia di bawah kepemimpinan Ari Askhara juga sempat menjadi sorotan. RUPSLB Garuda Indonesia 24 April 2019 menguak perseteruan di manajemen Garuda Indonesia mengenai laporan keuangan.

Dalam RUPSLB Garuda, komisaris maskapai ini Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menolak laporan keuangan Garuda tersebut. Komisaris Garuda keberatan dengan pengakuan pendapatan Garuda Indonesia atas transaksi Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Layanan Konektivitas Dalam Penerbangan, antara PT Mahata Aero Teknologi dengan PT Citilink Indonesia, anak usaha Garuda. Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turun tangan dalam laporan keuangan Garuda ini.

Kemenkeu kemudian menjatuhkan sanksi kepada Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan, sebagai auditor laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018. Sejumlah denda harus dibayar oleh Garuda Indonesia sebagai sanksi atas laporan keuangan yang bermasalah ini. Garuda Indonesia juga sempat dilaporkan oleh para pengusaha travel Haji dan Umrah Kalimantan Selatan.

Mereka melaporkan Garuda Indonesia atas dugaan praktek monopoli tiket maskapai kepada KPPU di akhir Maret 2019 lalu. Mereka protes terhadap kebijakan Garuda dalam pembelian tiket pesawat Garuda tersebut saat gelar pertemuan dengan KPPU Balikpapan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin. Sampai saat ini dugaan praktek monopoli tersebut masih diselidiki KPPU.

Rencana pemogokan karyawan Garuda Indonesia yang mengatasnamakan Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) sempat beredar. Pemberitahuan tersebut beredar pda bulan April 2019 lalu. Para karyawan mengaku kecewa atas pernyataan pemegang saham Garuda Indonesia, Chairul Tanjung.

Kala itu Chairul Tanjung menolak laporan keuangan tahun 2018 yang dinilai menyebabkan harga saham Garuda Indonesia jatuh. Tak melulu soal konflik internal, Garuda Indonesia juga sempat berseteru dengan Youtube Rius Vernandes. 13 Juli 2019 lalu, YouTuber Rius Vernandes mengunggah kartu menu Garuda di Instagram story nya yang ditulis dalam secarik kertas.

Saat itu YouTuber Rius Vernandes tengah menjadi penumpang kelas bisnis Garuda Indonesia rute Sydney Denpasar. Rius Vernandes kemudian dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang Undang ITE tentang pencemaran nama baik terkait postingannya tersebut. Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) lah yang melaporkannya.

Rius Vernandes dipanggil oleh pihak kepolisian pada Senin 17 September 2019. Kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan antara Garuda Indonesia dengan Rius Vernandes. Ari Askhara yang kala itu menjabat pun memberikan izin pada Rius Vernandes untuk mengulas penerbangan Garuda kelas pertama secara cuma cuma setelah mencabut laporan.

Di bawah kepemimpinan Ari Askhara, peringkat Garuda Indonesia di dunia penerbangan mengalami penurunan. World Airline Awards dari Skytrax menempatkan kru kabin Garuda Indonesia pada posisi kedua dalam kategori World's Best Cabin Crew. Posisi ini turun satu peringkat dari tahun sebelumnya.

Selain itu, Garuda Indonesia juga turun peringkat pada kategori World's Best Economy Class Airlines di posisi 11 setelah pada tahun lalu berada pada posisi 7. Kasus terbaru di Garuda Indonesia yakni sang direktur utama terlihat penyelundupan. Ari Askhara terlibat dugaan penyelundupan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda mewah Brompton.

Menteri BUMN, Erick Thohir yang mendengar informasi tersebut langsung mengambil langkah dengan mencopot Ari Askhara dari jabatannya. Menurut Erick Thohir, pencopotan dilakukan berdasarkan bukti laporan dari komite audit Garuda Indonesia pada tahun 2018. Audit Garuda itu menyebut adanya permintaan dari Direktur Utama Ari Askhara yang memberikan instruksi untuk mencari Harley Davidson tipe klasik.

Selain kasus penyelundupan, isu teman wanita spesial yang diduga memiliki kedekatan dengan Ari Askhara juga terkuak. Media sosial kini tengah ramai dengan berita seorang pramugari yang diduga memiliki kedekatan dengan Ari Askhara.

Berita Terkait

Aksinya Tuai Pujian Suapi Makan Hingga Rapikan Jilbab Viral Video Pramugara Lion Air Bantu Lansia

Maya Rosfi'ah

Tolong Driver Ojol Tewas Tertimpa Baliho Cengkareng Teman Ojek Soal Pemeliharaan Papan Reklame

Maya Rosfi'ah

Kini Terancam 9 Tahun Penjara Viral di Medsos Bajing Loncat Asal Cilincing Kepergok Lakukan Aksinya

Maya Rosfi'ah

Ini Daftarnya 66 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah Covid-19

Maya Rosfi'ah

Makam Bayi yang Tewas Dianiaya Ayahnya Sendiri di Kebon Jeruk Akhirnya Dibongkar

Maya Rosfi'ah

Anggota DPRD Jabar Waras Wasisto Akui Tak Dikonfrontir Dengan Soleman

Maya Rosfi'ah

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penggelapan & Perusakan Kapal Jasa Marine Offshore Malaysia

Maya Rosfi'ah

DPMPTSP Layani Masyarakat di Pameran Pembangunan Dalam Rangka HUT ke-11 Kota Tangsel

Maya Rosfi'ah

Sudah Tiga Warga Depok Menjadi Korban Gigitan Ular dalam Sepekan Terakhir

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment