Image default
Corona

Stok APD Bagi Tenaga Medis Tangani Pasien Corona di RSUP Persahabatan Masih Cukup

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Rita Rogayah mengklaim stok alat pelindung diri (APD) yang dimiliki pihaknya masih cukup. Namun, Rita tak merinci jumlah APD yang dimiliki atau hingga kapan APD yang dimiliki RSUP Persahabatan akan bertahan. Rita menegaskan setiap harinya para tenaga medis di RSUP Persahabatan menggunakan APD dengan jumlah yang cukup banyak.

Dia pun menyebut pihaknya masih akan membutuhkan lebih banyak APD karena tengah melakukan perluasan ruang rawat isolasi. Dengan artian, pihaknya akan menampung lebih banyak pasien dan tentu membutuhkan persediaan APD ke depannya. "Kami masih tetap membutuhkan untuk perawatan perawatan selanjutnya, karena saat ini kami masih memperluas ruang rawat isolasi. Sehingga kebutuhan APD kami pasti akan lebih banyak lagi," katanya.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid 19) Achmad Yurianto menyebut, sebanyak 3 orang pasien positif virus corona (Covid 19) meninggal dunia. Sehingga, total pasien positif virus corona yang meninggal dunia sebanyak 58 orang. "Kemudian ada penambahan kasus meninggal 3 orang sehingga total 58 orang," kata Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Yurianto pun menjelaskan pasien yang meninggal dunia tersebut tersebar dari sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menambahkan, ada penambahan pasien sembuh virus corona sebanyak 1 orang. Sehingga totalnya masih 31 orang. "Kita dapatkan laporan dari rumah sakit bertambah satu orang sehingga menjadi 31 orang," ucapnya.

Sebelumnya, Achmad Yurianto mengupdate pasien positif virus corona (Covid 19) menjadi 790 pasien di Indonesia. Yurianto mengatakan, terdapat penambahan jumlah pasien positif sebanyak 105 orang. Ia juga menjelaskan ada koreksi pasien positif pada Selasa (24/3/2020) kemarin yang seharusnya sebanyak 685 orang. "Ada koreksi dari 686 menjadi 685 karena ternyata ada 1 pasien tercatat di dua rumah sakit dengan nama yang hampir mirip. Sudah kita konfirmasi di daerah bahwa pasienkemarin adalah 685 kasus, sekarang 105 sehingga total adalah 790 kasus," jelasnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid 19), Achmad Yurianto terus menyerukan gerakan pencegahan penyebaran Covid 19. Satu di antara gerakan pencegahan corona yakni rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Bahkan Yuri sapaan akrab dari Achmad Yurianto ini, menegaskan cuci tangan dengan sabun dapat lebih efektif daripada menggunakan hand sanitizer.

Hal ini ia sampaikan dalam konferensi pers di Gedung BNPB pada Rabu (25/3/2020) sore. Sebelumnya, Yuri mengatakan terdapat dua upaya penting dalam mencegah tertularnya Covid 19 ini. “Dua hal yang ingin saya sampaikan di dalam upaya kita untuk mencegah penyakit ini, artinya berpikir jangan sampai sakit,” tegasnya yang dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Rabu (25/3/2020).

Pertama, kata Yuri yakni masyarakat harus melakukan pembatasan jarak fisik sehari hari termasuk di dalam rumah. “Yang pertama jaga jarak dalam melakukan kontak sosial,” ujar Yuri. “Bukan hanya saat berada di luar rumah, melainkan di dalam rumah juga upayakan untuk bisa menjaga jarak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yuri menyebut hal kedua yakni rajin mencuci tangan dengan sabun. “Kemudian adalah gunakan masker, dan yang paling penting adalah cuci tangan,” kata Yuri. Ia menegaskan sabun dapat lebih efektif mencegah Covid 19 daripada menggunakan hand sanitizer.

“Cuci tangan pakai sabun, tidak harus hand sanitizer,” ungkapnya. “Jauh lebih efektif menggunakan sabun dibanding dengan menggunakan hand sanitizer,” imbuhnya, Karena dengan sabun akan menggunakan air yang mengalir, dan bisa membasuh seluruh celah celah kuku dan sebagainya dengan baik.

“Sementara, hand sanitizer yang mungkin hanya telapaknya saja yang bisa dibersihkan punggung tangan dan sela sela lebih sering tidak,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Saat Ini 29 Pasien Positif Covid-19 Masih Jalani Perawatan di Rumah Sakit Pulau Galang

Maya Rosfi'ah

Mau Blusukan menuju Jawa Tengah Presiden Jokowi Sudah Tidak Tahan

Maya Rosfi'ah

Cerita Petugas RSUD Kota Tasikmalaya Kerap Ditanya Soal Posisi Jenazah Hingga Buat Peti Mati Khusus

Maya Rosfi'ah

Bupati Bekasi Terima Donasi 2.000 Masker Kain Non Medis dari Tribunnews & Cardinal

Maya Rosfi'ah

Itu Obat Klorokuin Tak Perlu Dibeli & Disimpan Masyarakat Bukan Vaksin Pemerintah

Maya Rosfi'ah

Masjid Agung Al-Barkah Bekasi Disemprot Disinfektan ‎Selesai Salat Jumat Berjamaah

Maya Rosfi'ah

77 Anak di NTB Positif Covid-19 Dibiarkan Orangtuanya Tak Pakai Masker Saat Berkeliaran di Jalan

Maya Rosfi'ah

Obat Flu Asal Jepang Diklaim China Efektif Sembuhkan Corona Avigan

Maya Rosfi'ah

Puluhan Warga di Kabupaten Bogor Diminta Isolasi Mandiri Hadiri Tahlilan Korban Covid-19

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment