Image default
Otomotif

Sudah 10.537 Kendaraan Diminta Putar Balik oleh Polisi Yang Nekat Mudik Masih Tinggi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihak kepolisian masih menemukan banyak warga yang masih nekat mudik di tengah pelarangan mudik untuk mencegah penyebaran virus Corona. Total, ada 10.537 kendaraan yang diminta putar balik setelah mencoba mudik oleh polisi. Data tersebut merupakan data terakhir hingga hari ke 10 pelarangan mudik lebaran. Kepolisian berharap, warga bisa sadar secara mandiri untuk tak mencoba coba mudik ke kampung halaman.

"Harapan kami masyarakat bisa sadar. Sadar dalam pribadi bahwa kebijakan ini bukan untuk menyiksa masyarakat tapi kebijakan bagaimana bisa memutus mata rantai penyebaran Covid 19," kata Yusri kepada awak media, Selasa (5/5/2020). Ia mengatakan, satu satunya jalan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona adalah dengan tidak mudik dulu. Sebaliknya, ia menyebut, pemudik seharusnya menyayangi keluarga di kampung halaman untuk tidak menyebarkan virus Corona.

"Masyarakat harus tunduk kepada kebijakan. Disiplin pribadi, kesadaran pribadi bahwa memang mudik itu janganlah. Kasihan keluarga kita dikampung sana. Jangan membawa bencana," jelasnya. Yusri juga meminta masyarakat untuk tetap tenang. "Kita harapkan masyarakat bisa sabar, tenang untuk beberapa hari ini. Mudah mudahan kalau masyarakat bisa patuh terhadap kebijakan tersebut terkait PSBB. Insya Allah Covid 19 segera menghilang," ujarnya.

Informasi tersebut merupakan data terakhir yang dirilis sejak Jumat (24/4/2020) hingga Minggu (3/5/2020). Jumlah ini juga merupakan hasil pantauan pada dua pintu tol yang menjadi pos pemantauan pelarangan mudik dan sejumlah jalan arteri. Rinciannya, Sambodo menyampaikan, sebanyak 4.010 kendaraan yang terjaring di Gerbang tol Cikarang Barat dan 3.154 kendaraan di Pintu Tol Bitung. Sementara itu, sebanyak 3.373 kendaraan lainnya diputar balik di jalur arteri. "Paling banyak di Gerbang Tol Cikarang Barat dengan jumlah yang diputarbalikkan 4.010 kendaraan," pungkasnya.

19 Titik Pos Pemantauan Terpadu Polda Metro Jaya membangun 19 pos terpadu pengamanan dan pemantauan untuk mengawasi masyarakat Jabodetabek yang masih nekat mudik ke kampung halaman pada 24 April 2020 mendatang. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pos itu nantinya akan dibangun di perbatasan atau pintu keluar yang biasa dilewati para pemudik dari Jabodetabek. Dari 19 titik pos terpadu, 3 titik akan ditempatkan di jalan tol.

Namun belakangan ini, titik pos pemantauan di Gerbang tol Cimanggis telah dibatalkan oleh kepolisian. "Pos pengamanan terpadu 19 pos yang berfungsi sebagai cek poin. Dari 19 cek poin tersebut, nantinya 3 cek poin ada di tol di Cikarang, Cimanggis dan di Bitung," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Sambodo menambahkan, 16 titik pos lainnya nanti akan berada di jalan arteri non tol. Rinciannya, 5 titik ada di kota Tangerang yaitu di Batu Ceper, Ciledug, Kebon Nanas, Jati Uwung dan Lippo Karawaci.

Kemudian, dua titik lainnya ada di Tangerang Selatan yang berada di Puspitek dan Cicurug. Selanjutnya, dua titik di Depok yang berada di Jalan Raya Bogor Cibinong dan Citayam. Sisanya, di Bekasi Kota ada tiga titik yang berada di Sumber Artha, Bantargebang dan Cakung. Dan di Kabupaten Bekasi, nantinya ada 4 titik yaitu di Cibagusan, Waringin, Bojong Baru dan di Pebayuran. "Titik tersebut kita akan melaksanakan pemeriksaan dan penyekatan. Batasan pemeriksaan penyekatan para pemudik ini hanya berlaku bagi angkutan penumpang baik pribadi maupun angkutan umum. Termasuk juga sepeda motor," jelasnya.

Di sisi lain, ia menuturkan, angkutan logistik yang membawa kebutuhan sehari hari seperti truk dan lainnya masih diperbolehkan lewat diperbatasan tersebut. "Jadi larangan mudik ini tidak berlaku bagi angkutan barang atau logistik yang mengangkut kebutuhan sehari hari. Kalau itu boleh lewat. Jadi sekali lagi untuk pelarangan mudik ini adalah angkutan penumpang bagi keadaan pribadi yang standar umum atau sepeda motor," pungkasnya. Sementara itu, Yusri mengatakan, nantinya pos pengamanan itu akan dibantu dari personel TNI dan Dinas Perhubungan. Mereka bersama sama untuk memantau warga yang masih nekat untuk melaksanakan mudik lebaran.

"Kita minta bantuan dari teman teman TNI untuk pengamanan tersebut dan apa tugasnya itu menyangkut masalah kriminal masalah keamanan," tutupnya.

Berita Terkait

Tesla Berencana Buka Kembali Pabrik California Tapi Tak Diizinkan

Maya Rosfi'ah

LED Mirip Honda ADV 150 Harga & Spesifikasi Honda Air Blade 150

Maya Rosfi'ah

Berikut Spesifikasi Toyota 2.5 HV G Executive Jadi Tunggangan Baru Para Menteri

Maya Rosfi'ah

Alasan Grab Gunakan Skuter Listrik Gesits buat Armada Ojek Online

Maya Rosfi'ah

Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah IAME Series Asia Perdana

Maya Rosfi'ah

Perawatan Mobil Listrik BMW Tidak Bisa Dilakukan di Sembarang Bengkel Resmi

Maya Rosfi'ah

Kendala Bahan Bakar Jadi Alasan Volkswagen Tak Jual Golf di Indonesia

Maya Rosfi'ah

Ini Mobil Impian yang Diposting Ashraf Sinclair Suami Bunga Citra Lestari Wafat

Maya Rosfi'ah

Rangka eSAF di Honda Genio Diklaim Lebih Ringan, Bikin Lincah Bermanuver

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment