Image default
Travel

Tagar #CoretBaliDanToba yang Sempat Trending Topic di Twitter Tuai Kecaman Netizen

Tagar #CoretBaliDanToba sempat jadi trending hari ini Jumat (15/11/2019). Sebelumnya memang ramai diperbincangkan soal Toba dan Bali yang dikembangkan jadi tempat wisata ramah Muslim di Twitter. Menparekraf Wishnutama membantah informasi yang beredar.

Menparekraf Wishnutama juga menyesalkan wacana tersebut yang menjadi polemik di masyarakat. Netizen di Twitter tampaknya cerdas dan tidak termakan isu tersebut. Warganet di Twitter juga mengecam pihak pihak yang yang mengaungkan tagar #CoretBaliDanToba.

Namun, akibat balasan mereka tagar tersebut menjadi trending di Twitter. Berikut kecaman warganet Twitter soal tagar tersebut. "kalian kenapa sih? kenapa hei? this dumb hastag #CoretBaliDanToba become trending and do you think it's cool?" tulis akun @Coklatlsep.

"Indonesia without bali is nothing Bali my paradise #ilovebali #CoretBaliDanToba," tulis akun @liajk12. "#CoretBaliDanToba Damn. Another dumb hashtag. ight imma leave. clowns are polluting this country." tulis akun @sarabserpents. "For this dumb hashtag.#CoretBaliDanToba," dalam twett akun @gajahpolkadot.

Menurutnya persepsi yang muncul atas pemberitaan wacana Toba dan Bali sebagai destinasi wisata ramah Muslim, bertolak belakang dengan pandangan dan komitmen Kemenparekraf dalam menghargai budaya, kearifan lokal serta keberagaman. "Selama ini kami sangat meyakini bahwa budaya, kearifan lokal, dan kekayaan alam harus kita jaga, pelihara, dan kelola dengan baik agar pariwisata Indonesia selalu menciptakan daya tarik bagi wisatawan dan mendatangkan kesejahteraan rakyat," jelas Wishnutama. Fokus Wishnutama ke depan sebagai Menparekraf adalah mengembangkan destinasi wisata sesuai kearifan budaya lokal, termasuk di Bali dan Toba.

"Kami selalu bangga dan mengagumi Bali sebagai sebuah role model pariwisata berbasis budaya," tutur Wishnutama. "Demikian pula Toba sebagai destinasi wisata alam dengan kekayaan kultural yang amat tinggi dari masyarakatnya," imbuhnya. Wishnutama pun berharap, demi pariwisata yang maju, sinergi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait pariwisata dapat terus dikuatkan.

"Demi pariwisata yang maju dan menyejahterakan masyarakat," ucapnya. Dalam video di Facebook Humas Pemkab Buleleng,Jumat (15/11/2019), Wishnutama juga menyampaikan untuk Bali dan daerah lainnya Kemenparekraf berupaya menguatkan kearifan lokal yang sudah tumbuh secara otentik sejak dahulu kala. Setelah pertemuannya dengan tokoh pariwisata di Bali, Menparekraf Wishnutama sepakat untuk meningkatkan kreativitas dengan terobosan inovatif dengan tetap mempertahankan budaya, kearifan lokal, dan kelestarian alam.

Dalam postingan Instagram pribadinya, Wishnutama menyampaikan sudah bertemu dengan Prajaniti Hindu Indonesia, PHRI dan BPPD Bali, "Kami sepakat bahwa Bali dan destinasi wisata lainnya di tanah air memiliki keunikan tersendiri. Kami juga seiya sekata bahwa pengembangan pariwisata kedepan dilakukan berbasis budaya dan kearifan lokal serta pada saat yang bersamaan bermakna melindungi alam," tulisnya dalam caption Instagramnya.

Berita Terkait

Sawah Lodok, Wisata Di Kampung Halaman Betrand Peto Anak Laki Laki Ruben Onsu

Maya Rosfi'ah

Ini Cara Sederhana Cegah Paspor Ketinggalan di Brankas Kamar Hotel

Maya Rosfi'ah

Jangan Pernah Berani Menyentuh Tangan Patung Buddha di Candi Borobudur

Maya Rosfi'ah

Lebih Beracun dari Kobra tapi Tak hendak Gigit Manusia Ular Suci di Tanah Lot Bali

Maya Rosfi'ah

Tarif Rp 100 Ribuan buat Liburan Akhir Pekan Deretan Hotel Murah di Puncak Bogor

Maya Rosfi'ah

5 Wisata Wajib Dirasakan di Jepang Pada Awal Tahun

Maya Rosfi'ah

10 Promo Burger King Kupon Maret 2019, Harganya Mulai Rp 20 Ribuan

Maya Rosfi'ah

Penumpang dengan Alergi Kacang Mengaku Harus Duduk di Dalam Toilet Selama Penerbangan

Maya Rosfi'ah

Kesempatan Menginap Gratis Sekali Seumur Hidup di Gerbong Kereta Mewah

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment