Image default
Metropolitan

Tak Pakai Masker di Masa Transisi PSBB Jakarta Didenda Rp 250 Ribu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya menetapkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, di Balai Kota Jakarta, pada Kamis (4/6/2020). Pada masa transisi PSBB di DKI Jakarta, setiap warga diwajibkan menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah. Mereka yang lalai akan kena denda Rp 250 ribu.

Ketentuan ini dituangkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Pada Masa Transisi yang baru saja diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam Pasal 7 ayat (3) tertuang kewajiban penggunaan masker di luar rumah. Sedangkan sanksinya diatur di Pasal 8 ayat (1). Adapun sanksi lainnya sama seperti Pergub PSBB nomor 41 Tahun 2020 yang sebelumnya diterbitkan dan diterapkan, yaitu sanksi kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi.

Pengenaan sanksi kerja sosial jadi tanggung jawab Satpol PP dan dapat didampingi unsur Kepolisian dan/atau TNI. Pergub ini ditetapkan dan diundangkan tanggal 4 Juni 2020, dan berlaku efektif sejak tanggal tersebut. Dalam masa transisi menuju masyarakat aman, sehat, dan produktif, kegiatan sosial ekonomi telah dapat dilakukan secara bertahap dengan batasan tertentu. Terdapat dua fase pelonggaran yang dibagi berdasarkan manfaat dan efek risiko kegiatan.

"Fase pertama dimulai dengan melakukan pelonggaran, hanya, saya ingin garisbawahi, pelonggaran hanya atas kegiatan yang memiliki, satu, manfaat besar bagi masyarakat. Dua, efek risiko yang terkendali. Ini di fase pertama. Dan kita berharap fase pertama ini bisa tuntas akhir bulan Juni ini," terang Gubernur Anies, seperti dilansir dari laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Menurut Gubernur Anies, setelah fase pertama selesai, akan dilakukan evaluasi untuk memutuskan langkah berikutnya yang akan diambil, yaitu fase kedua. "Bila kita berhasil melewati fase bulan Juni ini dengan baik, itu artinya apa? Tidak ada lonjakan kasus yang berarti, semua indikator indikator menunjukkan stabilitas, maka kita bisa masuk ke fase kedua. Apa itu fase kedua, kelonggaran bidang bidang yang lebih luas lagi," lanjut Gubernur Anies.

Berikut jadwal pembukaan Fase Pertama: 1. Pekan Pertama (5 7Juni 2020) • Senin Jumat dan Sabtu Minggu mulai dibuka pada: Tempat atau kegiatan ibadah di rumah ibadah Fasilitas olahraga outdoor. Mobilitas kendaraan pribadi Mobilitas kendaraan umum massal Taksi (konvensional dan online) 2. Pekan Kedua (8 14 Juni 2020) • Senin Jumat mulai dibuka: Perkantoran Rumah makan (mandiri) Perindustrian Pergudangan Pertokoan/retail/showroom/dll (berdiri sendiri/stand alone) Layanan pendukung (bengkel, servis, fotokopi, dll) Museum, galeri Perpustakaan Ojek (Online dan Pangkalan)

• Sabtu Minggu mulai dibuka: UMKM binaan Pemprov (lokasi binaan / sementara) Taman, RPTRA Pantai 3. Pekan Ketiga (15 21 Juni 2020) • Senin Jumat mulai dibuka: Pasar, pusat perbelanjaan, mall (non food/pangan) • Sabtu Minggu mulai dibuka: Taman rekreasi indoor Taman rekreasi outdoor Kebun binatang

4. Pekan Keempat (22 28 Juni 2020) Semua kegiatan pada fase 1 dibuka. 5. Akhir Juni akan dilakukan evaluasi Fase Pertama.

Sementara, pada Fase Kedua akan dibuka kegiatan dari bidang yang lebih luas, sebagai berikut: 1. Kegiatan keagamaan: Kegiatan keagamaan dengan pengumpulan massa 2. Sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya:

PAUD, TK, RA, BA Pendidikan Dasar (Sekolah, Madrasah) Pendidikan Menengah (Sekolah, Madrasah) Perguruan Tinggi Kursus Penitipan anak dll 3. Kegiatan usaha, perdagangan, industri dll: Klinik kecantikan Salon & barbershop Gedung pertemuan (MICE, auditorium, dll) Resepsi pernikahan, sunatan, dll Bioskop Studio rekaman, rumah produksi perfilman Hiburan malam, karaoke, Butik dan lain lain. 4. Kegiatan Sosial Budaya: Fasilitas olahraga indoor (gym, kolam renang, dll) Festival rakyat Pasar malam Pasar kampung dan lain lain.

Secara lebih rinci, berikut kebijakan khusus per sektor yang wajib ditaati: 1. Rumah Ibadah Jumlah peserta ibadah maksimal 50 persen dari kapasitas. Menerapkan jarak aman (1 m) antar orang. Mencuci tempat kegiatan dengan disinfektan sebelum dan setelah kegiatan. Setelah tempat ibadah dipakai untuk kegiatan rutin, ditutup kembali. Bagi Masjid/Musala: Tidak menggunakan karpet/permadani, setiap jamaah harus membawa sendiri sajadah/alat salat. Penitipan alas kaki ditiadakan, setiap jamaah harus membawa sendiri kantong/tas dan membawa masuk alas kakinya masing masing. 2. Jasa Usaha Makanan & Minuman (restoran, rumah makan, coffee shop) Jumlah pengunjung/tamu/pengguna/karyawan maksimal 50 persen dari kapasitas. Penyajian makanan a la carte (dilarang prasmanan). Mendorong pembayaran secara cashless. Catatan: penyajian a la RM Padang (mini prasmanan) diubah menjadi non prasmanan.

3. Pasar Rakyat Jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung pencegahan penyebaran COVID 19. Mendorong transaksi dilakukan dengan cashless. Jam operasional mulai dari pukul 06.00 14.00. Pengaturan pintu masuk dan pintu keluar yang berbeda. 4. Taman Rekreasi dan Kebun Binatang Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50 persen dari kapasitas. Tidak diperbolehkan bagi anak usia 0 9 tahun, ibu hamil, dan lansia (usia 60+). 5. Prasarana Olahraga Outdoor (GOR, Stadion, dll) Jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas. Tidak mengadakan kegiatan yang mendatangkan penonton.

6. Klinik Kecantikan Jumlah pengunjung/tamu/ maksimal 50 persen dari kapasitas. Wajib menggunakan masker bagi tamu dan pegawai klinik; dan sarung tangan bagi pegawai klinik. Wajib melakukan penyemprotan disinfektan seluruh peralatan setelah dipakai satu (1) tamu. 7. Fasilitas olahraga outdoor, Taman & RPTRA: Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50% dari kapasitas. Pengunjung/tamu hanya diperuntukkan bagi warga setempat. Tidak diperbolehkan bagi anak usia 0 9 tahun, ibu hamil, dan lansia (usia 60+). Tidak berkerumun lebih dari 5 orang. 8. Perindustrian Jumlah karyawan maksimal 50 persen dari kapasitas Wajib memiliki klinik/RS rujukan.

9. Museum Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50 persen dari kapasitas. Dapat dibuka selama jam normal. 10. Kendaraan Pribadi Diisi dengan maksimal 50 persen kapasitas. Bagi penumpang pengemudi yang memiliki KTP dengan alamat sama (1 KK) dapat diisi 100 persen kapasitas. 11. Kendaraan Umum Diisi dengan maksimal 50 persen kapasitas. Antrean penumpang harus berjarak 1 m antar orang. Melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin. Persentase layanan angkutan umum menyesuaikan aktivitas utama.

12. Pusat Perbelanjaan, Retail, dan Pertokoan Jumlah pengunjung/tamu maksimal 50 persen dari kapasitas. Dilakukan pengukuran suhu sebelum memasuki pusat perbelanjaan, retail, dan pertokoan. Tenant yang boleh dibuka harus selaras dengan sektor yang boleh dibuka pada Fase I.

Berita Terkait

Pembobol Minimarket Kawasan Duren Sawit yang Ditangkap Telah Beraksi 10 Kali

Maya Rosfi'ah

Adik Kelas Tahan Tangis Kesakitan Perekam Cengengesan Viral Video Perploncoan Senior pada Junior

Maya Rosfi'ah

Jumlah Rombongan Kini Bisa Lebih Dari 5 Orang Anies Ubah Peraturan Gubernur Perjalanan Dinas

Maya Rosfi'ah

MS Diduga Terpengaruh Narkoba saat Habisi Nyawa Bayinya Sendiri

Maya Rosfi'ah

Kendaraan Pribadi Terpaksa Melintas di Jalur Busway Aksi Demo di Thamrin Tower

Maya Rosfi'ah

Tolong Driver Ojol Tewas Tertimpa Baliho Cengkareng Teman Ojek Soal Pemeliharaan Papan Reklame

Maya Rosfi'ah

Lehernya Dikalungi Celurit oleh Pelaku WNA Asal Yaman Jadi Korban Perampokan di Jatinegara

Maya Rosfi'ah

Wawan Hari Purwanto: Semua Jenjang Harus Mendapatkan Literasi Tentang Bahaya Paham Radikal

Maya Rosfi'ah

Eksekutor Ditangkap di Maluku UPDATE Kasus Persekongkolan Istri dengan Selingkuhan Coba Bunuh Suami

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment