Image default
Nasional

Takut Ahok Akan Membersihkan Birokrasi Penolakan Masuknya Ahok menuju BUMN Staf Khusus Menteri BUMN

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah dipastikan akan menduduki posisi strategis di satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menteri BUMN Erick Thohir memastikan jika Ahok akan bergabung ke BUMN awal Desember mendatang. Namun, belum ada keterangan eksplisit dari Menteri BUMN terkait dengan posisi yang akan dijabat oleh Ahok.

Meskipun demikian, santer dikabarkan Ahok akan menempati posisi sebagai Komisaris Utama atau Direktur Utama (Dirut), PT Pertamina. Kabar tersebut menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan. Satu di antaranya adalah serikat pekerja PT Pertamina. Serikat pekerja PT Pertamina menolak masuknya Ahok menjadi bagian dari PT Pertamina.

Penolakan tersebut disampaikan oleh Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB) Arie Gumilar yang memposting spanduk penolakan Ahok menjadi bos di Pertamina. Terkait dengan penolakan tersebut, Staf Khusus BUMN Arya Sinulingga menduga penolakan serikat pekerja Pertamina terhadap Ahok kemungkinan dilandasi oleh dua hal. Pertama, dengan masuknya Ahok mereka takut jika Ahok akan membersihkan birokrasi di dalam BUMN.

Arya menuturkan jika BUMN adalah badan usaha yang fokus kepada profesionalitas. "Jadi kalau ada penolakan dari kawan kawan BUMN di tempat tertentu di BUMN itu bisa dua nih yang kita lihat, pertama mereka takut terhadap masuknya Pak Ahok di dalam BUMN," terang Arya Sinulingga dalam tayangan yang diunggah YouTube KompasTV, Minggu (17/11/2019). "Takut seperti yang terjadi di DKI dimana Pak Ahok melakukan pembersihan terhadap birokrasi," tambah Arya Sinulingga.

Kedua, penolakan Ahok bersifat politik. "Kedua ini jangan jangan politik, nah kalau politik ini lucu banget, kenapa sampai kawan kawan di BUMN bermain main politik," ujar Arya Sinulingga. Arie Gumilar memposting penolakan tersebut melalui akun Instagram @ariegoem .

Berikut adalah isi spanduk FSPPB tolak Ahok di Pertamina: 1. Pertamina tetap wajib utuh, tolak siapapun yang suka bikin rusuh 2. Memilih figur tukang gaduh, bersiaplah Pertamina segera runtuh

3. Berkali kali ganti direksi kami tak peduli, tapi kedatangan biang kekacauan jadi musuh kami 4. Pertamina menjulan, rakyat senang, pemberang datang, kita perang 5. Pertamina bukan sarang koruptor, bukan juga tempat orang tak terpuji dan mulut kotor

Kabar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bergabung dalam satu di antara posisi strategis diBUMNsanter terdengar. Kabar tersebut datang setelah Ahok mendatangi KementerianBUMNdan bertemu dengan Erick Thohir, Rabu (13/11/2019). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas banyak hal terkait denganBUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebutkan jika pihak BUMN sangat berharap Ahok untuk bergabung dan memperkuat BUMN. "Harapan kita memang Pak Ahok bisa bergabung bersama kita, satu di antaraBUMNdi Indonesia," jelas Arya dalam tayangan yang diunggah YouTubeKompasTv, Rabu. "Kita juga mengharapkan Pak Ahok bersedia juga untuk bergabung lah, memperkuatBUMNkita gitu," terang Arya.

Saat disinggung di sektor mana Ahok akan ditempatkan, Arya menuturkan jika Ahok akan ditempatkan pada sektor yang membutuhkan perhatian besar dan mempengaruhi banyak orang. "Yang pasti kalau sektor mana, pasti yang kita lihat yang membutuhkan perhatian besar dan mempengaruhi banyak orang lah," ujar Arya. Menurutnya, dalam pertemuan yang berlangsung sekira 1,5 jam tersebut, pihakBUMNhanya meminta kesedian Ahok untuk bergabung.

"Soal energi atau apa pun itu kita belum tahu, tapi yang pasti tadi prinsipnya adalah meminta kesediaan beliau dulu supaya mau bergabung bersama kita," kata Arya. Arya menegaskan, jikaBUMNbutuh orang seperti Ahok yang bisa mendukungBUMN. "Karena kita memang butuh orang orang seperti Pak Ahok yang memang bisa mendukungBUMN," ungkapnya.

Menurutnya, Ahok sudah punya kapasitas yang diakui oleh publik. "Beliau kan punya kapasitas yang diakui oleh publik untuk hal hal yang bisa memperbaiki banyak hal juga," terangnya. Lebih lanjut Arya menjelaskan, jika Erick Thohir melihat Ahok punya kemampuan untuk membantuBUMN.

"Yang pasti soal rekomendasi atau apapun itu namanya, banyak masukan lah dari kita kepada Pak Erick ya, dan Pak Erick melihat bahwa ini memang bisa untuk membantu kita," jelasnya. Saat disinggung terkait dengan keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan Ahok sebagai kandidat untuk menempati satu di antara posisi strategis diBUMN, Arya menegaskan jika memang ada koordinasi dengan Jokowi. "Strategis sudah pasti," jelas Arya.

"Yang pasti setiap posisi posisi yang vital untukBUMNkan kita harus koordinasi sama Pak Jokowi, tidak mungkin tidak," ujarnya. "Kita harap secepatnya juga Pak Ahok bisa bergabung dengan kita," terangnya. Dalam kesempatan yang berbeda, saat melakukan telewicara dengan Kompas Petang, Rabu, Arya mengatakan jika Ahok menyampaikan kesediaannya untuk bergabung bersama denganBUMN.

Menurut Arya, sepanjang itu untuk kepentingan negara dan bangsa, Ahok bersedia kalau memang ditugaskan. Arya juga menambahkan jika Ahok sudah mengetahui gambaran secara garis besar posisi yang akan dia tempati. Sementara itu, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ikut menanggapi isu Ahok akan menjadi bos di BUMN.

Menurut Sandiaga Uno, Ahok dipilih jadi bos salah satu perusahaan BUMN karena latar belakang pendidikan. Dikutip dari , Sandiaga Uno menambahkan, Erick Thohir sudah berpikir matang saat menunjuk Ahok karena sarjana pertambangan. "Mungkin Pak Ahok memiliki kekuatan di bidang pertambangan karena beliau sarjana pertambangan, yang dicari tentu kecocokannya kepada right man at the right place," ucap Sandi kepada wartawan seusai mengisi acara di Hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta, Bantul, Kamis (14/11/2019).

Ia juga meminta masyarakat agar tidak cepat berspekulasi atas pemilihan Ahok dan menunggu penjelasan Erick Thohir ke publik terkait keputusannya tersebut. "Dan setelah terpilih, kita sudah wajib (mendukung) karena BUMN milik rakyat, milik bangsa dan negara. Jadi patut didukung untuk memberikan kemaslahatan sesuai dengan Pasal 33 UUD 45," ucap Sandi. Jika Ahok benar akan menjabat sebagai pimpinan di salah satu BUMN, bagaimana dengan statusnya sebagai mantan napi?

Seperti yang kita ketahui, Ahok pernah dijatuhi vonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Mei 2017. Vonis tersebut dijatuhkan kepada Ahok setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan tindak pidana penodaan agama. Ahok pun akhirnya ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman mengatakan status Ahok sebagai mantan napi terpidana kasus penodaan agama tidak menjadi halangan. Dikutip dari , menurut Fadjroel, yang terpenting Ahok tidak pernah menjadi terpidana kasus dugaan korupsi. "Jadi kalau mau masuk BUMN bersih, di dalam bersih bersih dan keluar bersih. Begitu saja," ujarnya sebagaimana diberitakan Kompas.com (14/11/2019).

Mengacu pada UU No. 19 /2003 tentang BUMN pasal 45 ayat (1), juga tidak ada persoalan terkait status mantan napi yang menjadi bos atau pimpinan di BUMN. "Yang dapat diangkat sebagai anggota Direksi adalah orang perseorangan yang mampu melaksanakan perbuatan hukum dan tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi anggota Direksi atau Komisaris atau Dewan Pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan atau Perum dinyatakan pailit atau orang yang tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara," bunyi pasal tersebut. Melalui pasal tersebut, dapat diketahui bahwa yang dilarang menjabat sebagai calon direksi BUMN ialah seseorang yang pernah melakukan tindakan pidana yang merugikan negara.

Ahok pernah dihukum secara sah dan meyakinkan telah berbuat melanggar hukum. Namun, pelanggaran hukum yang dibuat oleh Ahok bukanlah merugikan keuangan negara. Dengan demikian, Ahok sah sah saja untuk menjabat sebagai satu di antara bos di BUMN.

Permaswari Wardani, Caleg DPRD DKI Jakarta asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk daerah pemilihan (Dapil) Jakarta Selatan yang meliputi wilayah Cilandak, Kebayoran, Pesanggarahan, dan Setiabudi pada Pemilu 2019 inginmenjadi asisten Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Permaswari Wardani lulusan arsitek 2004 dari Universitas Trisakti. Diketahui sering membuat karya ilustrasi mengenai isu isu hangat melalui karya gambar komik.

Permaswari mengungkapkan keinginannya melalui cuitan di Twitter melalui akunnya, @imascorgan, Sabtu (16/11/2019) malam. Ia mengatakan ingin menjadi asisten Ahok. Ia mengaku bersedia dijadikan juru bicara.

Semoga bisa merasakan kembali GEBRAKAN Pak @basuki_btp, Pak aku ngelamar jadi asisten, jubir apalah terserah Bapak deh, kirim portfolio kemana Pak? Profesiku arsitek dari tahun 2004, aku sertain foto aku juga.Nih aku gambarin Pak Ahok deh, biar di 'lirik' ahahahha! @erickthohir ," tulisnya.

Supaya dilirik Ahok, Permaswari pun menyematkan karya ilustrasi dan swafoto. Gambar ilustrasi tersebut memperlihatkan Ahok sedang membawa alat kebersihan seperti sikat, ember, dan pel. Selain itu, di saku gambar Ahok terlihat alat alat lain bak tukang kebersihan.

Dalam gambar tersebut Permaswari menuliskan "Sang Pendobrak" di bagian atas. Di bagian bawah ia menuliskan "Sikat Bersih!". Hingga berita ini ditulis, cuitan tersebut telah disukai lebih dari 2.500 akun dan diretweet hampir 800 kali.

Sementara itu, cuitan tersebut juga mengundang warganet turut menawarkan diri sebagai asisten Ahok. Satu di antaranya akun @RobinhotNaibaho. Ikutan Mbak @imascorgan

Saya Juga Ikut Melamar Kerja Jadi Team Bapak @basuki_btp Tuk Membasmi Para Koruptor Background Pendidikan Saya Adalah Arsitektur

Yaaa Bisa Dijadiken Sebagai Apalah Nanti Di Team Kerja Bapak Ditunggu Kabar Baiknya Pak @basuki_btp ," tulisnya. Rencana Ahok untuk masuk ke BUMN didukung oleh mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah yang selama ini dikenal berseberangan dengan Ahok mendukung Ahok jadi bos BUMN sepanjang prosesnya tak menyalahi peraturan perundang undangan. Politikus Partai Gelora itu meminta Pemerintah menjelaskan dan memastikan pengangkatan Ahok nantinya tak melanggar undang undang. Menurut Fahri, Presiden dan Menteri BUMN harus berani membela Ahok sepanjang penangkatannya sesuai dengan peraturan.

Presiden harus siap dengan resiko politik yang bakal diterima. "Resiko politiknya akan diterima oleh Presiden, resiko politiknya akan diterima oleh menteri BUMN. Tidak populer. Dikritik orang. Itu memang resiko hari hari politisi," ujar Fahri. Fahri mengakui BUMN membutuhkan sosok Ahok.

"Kalau soal talenta, saya mengatakan BUMN itu memerlukan saudara Ahok," kata politikus Partai Gelora ini. Ahok diperlukan, lanjut Fahri, karena BUMN membutuhkan sosok yang tegas dan keras. "Karena ada beberapa institusi di BUMN itu yang memerlukan orang keras, orang tegas," ujar dia.

Ditanya soal kemungkinan masuknya Ahok di BUMN bakal membuka borok borok korupsi di BUMN, Fahri mendukung hal itu terjadi. Fahri menyarankan agar Ahok dimasukkan ke BUMN yang selama ini dianggap paling korup. "Saya ingin melihat itu dilakukan. Karena itu masukkan Ahok ke tempat yang paling banyak dituduh korupsi. PLN, Pertamina. Masukin ke situ. Apapun (direksi atau komisaris), kita ingin lihat keberaniannya di situ," ujar dia.

Berita Terkait

Berikut Arti & Penjelasannya kisah Viral di Twitter tentang Fetish Kain Jarik Apa Itu Fetish

Maya Rosfi'ah

Penangkapan Djoko Tjandra Bisa Tepis Keraguan Publik Atas Penegakan Hukum

Maya Rosfi'ah

Rakernas Forum CSR Tahun 2020 Diharapkan Dapat Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Maya Rosfi'ah

PR Penting Di Awal Pemerintahan Jokowi Maruf Amin Menteri Diminta Tidak Saling Serang

Maya Rosfi'ah

6 Fakta Hasil Investigasi Polri Soal Insiden Dugaan Salah Tembak 2 Warga Oleh Tim Satgas Tinombala

Maya Rosfi'ah

Tidak Ada WNI dalam Kecelakaan Pesawat Pakistan Kemenlu

Maya Rosfi'ah

Mulai Pukul 08.00 WIB buat PAUD Link Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah Rabu 10 Juni 2020

Maya Rosfi'ah

Menlu Ungkap 116.239 WNI Telah Kembali menuju Indonesia  Hingga 21 Juni

Maya Rosfi'ah

Kemenaker Berencana Buka Pengiriman PMI menuju Hong Kong & Taiwan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment