Image default
Corona

Tapi Kehidupan Masih Lesu & Masyarakat Rasakan Trauma Lockdown di Wuhan Dicabut

Pada Rabu (8/4/2020) China mengakhiri lockdown atau penguncian Kota Wuhan. Sebelumnya, ibukota Provinsi Hubei ini adalah pusat munculnya virus corona untuk pertama kalinya. Mengutip <a>New York Times</a> , kota ini adalah saksi bisu penyakit yang bernama pneumonia Wuhan dengan cepat berubah menjadi pandemi Covid 19 yang menjangkiti hampir seluruh dunia.

Wabah yang sampai hari ini tidak hanya menjadi krisis kesehatan, tapi juga mengguncang perekonomian semua negara terjangkit. Wuhan akhirnya lepas dari belenggu lockdown setelah lebih dari 10 minggu menjadi gambaran kota yang memprihatinkan. Bahkan setiap detik perkembangannya dipantau semua mata dunia, sebagai bahan pembelajaran cara menangani wabah yang sangat besar ini.

Di Wuhan, virus SARS CoV 2 ini membunuh ratusan ribu jiwa. Momen tersebut akan membekas menjadi trauma yang akan diingat selalu. Kawasan bisnis sudah dibuka kembali, namun jalanan di depannya sepi dan mungkin kelesuan ini akan bertahan cukup lama.

Sementara itu, otoritas setempat terus mengatur kedatangan dan kepergian dari pusat kota Provinsi Hubei ini. Pemerintah China memutuskan menutup Wuhan, kota pusat industri ini pada akhir Januari lalu. Saat itu langkah ini dinilai dunia sebagai cara yang terlalu ekstrim dan nekat.

Namun seiring menjamurnya pandemi, kini lockdown sudah diadopsi sejumlah negara di Eropa dan Asia. Sementara itu, 11 juta penduduk Wuhan harus berkorban untuk kehilangan penghasilan, kehidupan sehari hari terganggu, dan yang terakhir terjadi adalah angka perceraian meningkat. Pembebasan lockdown ini dilakukan karena hanya ada tiga kasus infeksi baru selama tiga minggu.

Kemudian China juga mengklaim tidak ada korban jiwa lagi, pertama kalinya sejak wabah corona mulai di sana. Sehingga kontrol perjalanan keluar masuk resmi dicabut saat itu juga. Kini semua warga China bisa bepergian setelah menunjukkan data data perjalanan dan riwayat medis kepada pihak berwajib.

Bila riwayat itu dirasa aman, orang tersebut baru diizinkan untuk bepergian. Pada Rabu ini, sejumlah media pemerintah China menunjukkan arus lalu lintas di Wuhan setelah lockdown dicabut. Operator kereta api nasional China memperkirakan ada lebih dari 55.000 orang akan meninggalkan Wuhan via kereta pada Rabu ini.

Namun di dalam kota, peraturan ketat tentangantar pribadi dan bisnis masih ditegakkan untuk mencegah penyebaran Covid 19 lagi. Sementara itu, pemerintah lokal juga masih mendesak warga untuk lebih banyak tinggal di rumah. Bahkan sekolah sekolah juga masih ditutup.

Sejatinya, saat ini banyak penduduk Wuhan yang tidak perlu diceramahi tentang isolasi diri maupun tidak bepergian ke tempat lain. Nyatanya mereka sudah melakukan hal itu atau bahkan diam diam meninggalkan Kota Wuhan. Wabah Covid 19 ini sudah meninggalkan luka psikis yang dalam bagi mereka.

"Orang orang Wuhan mengalaminya secara langsung," kata Yan Hui, pria asal Wuhan berusia 50 an yang pulih dari virus corona. "Teman teman mereka sakit. Teman dan kerabat teman mereka meninggal. Tepat di depan mata mereka, satu per satu, mereka meninggalkan kami." "Pemahaman mereka tentang bencana ini lebih dalam dibandingkan dengan orang orang di kota kota lain," sambungnya.

Sementara itu, Helen Ding (47) yang bekerja di perusahaan arsitektur merasa risau. Lantaran semua proyek yang perusahaannya miliki cukup besar sehingga tidak bisa dengan mudah dibatalkan. Bahkan dia mengaku bosnya khawatir dengan bisnisnya di masa depan dan klien kliennya.

"Seluruh dunia berada dalam kondisi yang buruk, dan sejauh masa depan, tidak ada yang memiliki kepercayaan diri," kata Ding.

Berita Terkait

Warga Perumahan di Depok Buka Posko Siaga Covid-19 Waspada Corona

Maya Rosfi'ah

30 Orang di Palembang Jadi Korban Modus Penipuan Paket Sembako

Maya Rosfi'ah

Ridwan Kamil Umumkan Jabar Bisa Produksi Masker Bedah Seperti Standar WHO Lawan Penimbun

Maya Rosfi'ah

Total 8.607 Kasus Positif 720 Meninggal 1.042 Sembuh BREAKING NEWS Update Corona 25 April 2020

Maya Rosfi'ah

Per 9 April 2020 Total Lebih dari 16.500 Spesimen Telah Diperiksa Deteksi Covid-19

Maya Rosfi'ah

Wamendes PDTT Nilai Kebijakan Larangan Mudik Bantu Cegah Penularan Covid-19 di Desa

Maya Rosfi'ah

Kapolda Metro Jaya Minta Warga Tidak Salat Idul Fitri di Masjid Demi Cegah COVID-19

Maya Rosfi'ah

Obat Flu Asal Jepang Diklaim China Efektif Sembuhkan Corona Avigan

Maya Rosfi'ah

Cerita Haru Petugas Mobil Ambulans yang Makamkan Puluhan Pasien Covid-19 Setiap Hari

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment