Image default
Bisnis

Tarif Ojol Sebaiknya Tak Turun Lagi

Kementerian Perhubungan sejak tanggal 1 Mei 2019 memberlakukan tarif baru untuk ojek Online (Ojol). Pemberlakuan tarif baru tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 348/2019. Tarif baru yang ditetapkan oleh Kepmenhub tersebut dinilai oleh Darmaningtyas, Pengamat Transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Indonesia (MTI) sudah ideal.

"Tarif yang diberlakukan sekarang sudah tengah tengah, melindungi pengemudi dan juga melindungi penumpang," jelasnya. Menurutnya jika tarif terlalu murah yang senang hanya penumpang. Tetapi jika terlalu mahal penumpang tidak senang serta hanya pengemudi dan pemilik aplikasi yang diutungkan. Lebih lanjut dikatakan Darma, tarif yang diberlakukan oleh Kemenhub saat ini terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan tarif ojol ketika pertama kali layanan ini muncul.

"Saat pertama kali layanan ini ada kan tarifnya Rp4.000/km, kemudian terlihat murah karena pemilik aplikasi menurunkan tarif semurah murahnya dengan berbagai macam promo dan perang tarif, ungkapnya Menyusul pemberlakuan tarif baru ini pemilik aplikasi ojek online seperti Gojek menyatakan mengalami penurunan order karena tarif baru tersebut dianggap terlalu tinggi. Gojek pun sempat berupaya mengembalikan ke tarif seperti semula (menurunkan tarif) atau tidak seperti yang ditetapkan pemerintah pada 1 Mei 2019 lalu.

Langkah penurunan tarif kembali yang dilakukan oleh Gojek ini dinilai Darma merupakan sikap yang tidak patuh pada aturan. "Sayangnya Kemenhub tidak bisa memberikan sanksi karena yang bisa memberikan sanksi adalah Komnfo mengingat ijin perusahaan aplikasi adanya di kominfo," imbuhnya. Sementara itu, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono menganggap melalui pemberlakuan tarif tersebut emerintah sudah memperhatikan kepentingan para pengemudi ojek online meskipun tarif tersebut masih belum sesuai dengan harapan.

"Setidaknya pemerintah sudah memperahatikan nasib ojek online. Setelah evaluasi selama tiga bulan kami harapkan ada peningkatan lagi secara bertahap," ungkapnya. Alasan penurunan kembali tarif yang sempat dilakukan oleh Gojek beberapa waktu lalu dinilai tidak mempunyai alasan yang tepat. "Mereka kan bilang ada penurunan order, faktanya di lapangan tidak seperti itu dan penumpang masih stabil. Berkurangnya order sejak diberlakukannya tarif baru tersebut lebih karena masih liburnya anak sekolah yang banyak menggunakan jasa ojek online," jelas Igun.

Lebih lanjut disampaikan Igun, penilaian mengenai dampak terhadap kenaikan tarif ini dilakukan pada kondisi normal tidak ada saat seperti Ramadhan ini yang memang aktivitas banyak berkurang. Menurut Igun jika ada pemlik aplikasi yang berusaha menurunkan kembali tarif ojek online pihaknya akan melakukan langkah langkah yang diperlukan baik yang bersifat demonstrasi apakah itu off bid hingga saran penghentian penggunaan aplikasi perusahaan yang menurunkan tarif. "Kami juga akan menemui regulator serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melaporkan bahwa ada aturan yang dilanggar oleh aplikator dan akan berdampak pada terjadinya perang tarif kembali," tegasnya.

Terkait promo tarif murah yang kerap dilakukan oleh penyedia aplikasi menurut Igun hal tersebut tidak menjadi masalah selama tarif yang diberlakukan sesuai dengan aturan. Igun juga berpendapat bahwa promo yang dilakukan tersebut memiliki dampak yang positif bagi penumpang dan driver pun tidak dikenakan potongan dengan adanya promo tersebut.

Berita Terkait

Asalkan. . . Indonesia Berpeluang Besar Jadi Tujuan Relokasi Investasi dari China

Maya Rosfi'ah

Login www.pln.co.id atau Chat WA 08122123123 Cara Mudah Dapat Token Listrik Gratis PLN Bulan Juli

Maya Rosfi'ah

BI Disarankan Turunkan Suku Bunga Acuan 50 Basis Poin

Maya Rosfi'ah

76 Persen Jumlah Pemudik yang Gunakan Mobil Pribadi Naik 17 Ada Tol Trans Jawa & Sumatera

Maya Rosfi'ah

Bisnis Obat Resep DVL Tumbuh 31 Persen di Tengah Pandemi Covid-19

Maya Rosfi'ah

Putuskan Tak Perpanjang Kontrak hingga Bantah Berhenti Beroperasi Lion Air Pangkas 2.600 Karyawan

Maya Rosfi'ah

Sore Ini Rupiah Tembus Rp 14.932 Per Dollar AS Ditutup Melemah Terhadap Dollar AS

Maya Rosfi'ah

Laba Emiten Properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk Melesat 466 Persen Kinerja Kinclong

Maya Rosfi'ah

Menteri Erick Thohir Sudah Ingatkan Perihal Kursi Panas Bos BUMN Kasus Proyek Fiktif

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment