Image default
Kesehatan

Terapi Larotrectinib dan Tes Genom untuk Pencegahan Kanker

Inovasi yang dilakukan Bayer Pharmaceutical berhasil menemukan langkah baru untuk meningkatkan harapan hidup pada penderita kanker yang memiliki fusi Tropomyosin Receptor Kinase (TRK) yaitu dengan Terapi Larotrectinib. Terapi ini menyasar langsung pada gen kanker yang terdapat dalam tubuh sehingga penderita kanker yang akan menjalani ini harus menjalani tes genom terlebih dulu. Head of Medical Affairs, Bayer Pharmaceuticals Division Asia atau Pacific, Dr Chuan Kit Foo menyebutkan dengan adanya tes genom maka akan dianalisa mutasi gen kankernya.

“Uji genom ini memungkinkan kita memilih tempat perawatan kanker yang tepat yang secara khusus ditargetkan untuk kelainan gen ini,” pungkas dr, Foo, di di Asia Pacisif Pharmaceuticals Media Day 2019. Pihak Buyer juga menyarankan tes genom ini bisa dilakukan para dokter tidak hanya untuk terapi larotrectinib tapi juga untuk terapi lainnya karena sangat efektif untuk mengenali titik kanker pada tubuh. “Dokter sebaiknya juga melakukan tes genom ini karena semakin cepat tes semakin meningkatkan harapan hidup,” papar dr. Foo.

Sementara itu, mengenai terapi Larotrectinib menargetkan perubahan gen langka yang disebut gen neutrotrophicntyrosine receptor kinase (NTRK). Dengan langsung menuju pada pusat kankernya di dalam tubuh, sel kanker diharapkan terus menyusut per treatmenya dan lebih mudah dibersihkan. “Jadi kita langsung sasar gen langka tersebut biar kankernya jadi makin kecil, lebih mudah untuk dibersihkan juga,” kata Dr.Foo.

Treatment ini berlangsung sekitar empat minggu hingga delapan minggu atau selama dua bulan. Soal tindakan yang dilakukan pada pasien berupa terapi oral atau dilakukan dengan mengonsumi obat yang diproduksi oleh Bayer. Adapun penelitian treatment ini mulai dilakukan pda 2017, kemudian pada Agustus 2018 Food and Drugs Amerika (FDA) menyetujui adanya percepatan mengeai kajian ini.

Kemudian treatment larotrectinib ini menunjukan tingkat respons mencapai 81 persen, 63 persen tingkat respons parsial dan 17 persen respons lengkap. Saat ini Bayer telah mengajukan treatment ini dilakukan pada empat negara pada tahap awal yakni Taiwan, Singapura, Australia, dan Korea Selatan.

Berita Terkait

Cuci Tangan Bantu Cegah Wabah Pneumonia Seperti yang Terjadi di Wuhan Tiongkok

Maya Rosfi'ah

Dikenal Menyehatkan, Baiknya Jangan Beri Air Kelapa Muda Jika Orang Mengalami 5 Kondisi Ini

Maya Rosfi'ah

Karbohidrat Bikin Gemuk Adalah Persepsi yang Salah, Ini Penjelasannya

Maya Rosfi'ah

Penggunaan Rokok Elektrik di Selandia Baru Membantu Orang Berhenti Merokok

Maya Rosfi'ah

Penjelasan Dokter Tentang Cara Ampuh buat Penderita Hepatitis A Agar Sembuh Total

Maya Rosfi'ah

Turunkan Berat Badan Selama Tidur Bagaimana Memaksimalkannya

Maya Rosfi'ah

Turunkan Kolestrol Jahat hingga Cegah Alzheimer 4 Manfaat Jamur Hitam bagi Kesehatan

Maya Rosfi'ah

Hilangkan Susah Tidurmu Cukup dengan Olahraga Teratur Cara Mengatasi Insomnia Tanpa Obat

Maya Rosfi'ah

Konsumsi Jus Lemon hingga Quinoa Tips Atasi Migrain

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment