Image default
Nasional

Teror Terhadap Aktivis Anti Korupsi Tidak Pernah Diungkap Novel Baswedan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menilai aktivis anti korupsi dan pegawai KPK masih rentan menjadi korban teror orang tidak dikenal. Menurut dia, hal ini, terjadi karena tidak adanya keseriusan pemerintah mengungkap kasus kasus itu. Mantan anggota Polri itu merujuk data dari Wadah Pegawai KPK, di mana terdapat 10 kasus teror yang menimpa pegawai dan pimpinan KPK yang sampai saat ini belum terungkap.

“Apakah karena sulit atau tidak ada bukti? Tidak. Banyak pelaku yang dikenali korban dan beberapa pelaku ada record atau terdokumentasi CCTV, dan lain lain. Seharusnya, pengungkapan kasus tidak sulit. Tetapi, tidak juga dilakukan,” kata dia, di sesi diskusi “Komitmen Pemerintah Terhadap Perlindungan Pejuang Anti Korupsi, yang digelar BEMFHUNPAD, Sabtu (4/7/2020). Dia mengingatkan kewajiban pemerintah untuk melindungi aparat negara yang bertugas memberantas tindak pidana korupsi.

Hal ini tercantum di United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) atau panduan dalam melaksanakan pemberantasan korupsi. “Negara harus serius dan konsisten memberantas korupsi,” ujarnya. Sebab, menurut dia, apabila terjadi pembiaran terhadap orang yang melakukan tindak kekerasan terhadap aktivis anti korupsi dan pegawai KPK, maka bukan tidak mungkin hal serupa akan kembali terulang.

“Yang berbahaya ternyata orang melakukan serangan tidak pernah diproses. Justru dibiarkan. Ini teror bagi orang yang memilih berjuang memberantas korupsi. Orang berjuang (memberantas korupsi, red) mendapat serangan fisik, psikologis dan banyak (pegawai, red) KPK yang dikriminalisasi,” ujarnya. Dia mencontohkan salah satu serangan itu adalah penyiraman air keras yang dialaminya sewaktu pulang setelah menunaikan ibadah Shalat Subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, pada April 2017.

Berita Terkait

Komisi IX DPR Cari Solusi Terbaik Terkait Polemik Pelantikan Konsil Kedokteran Indonesia

Maya Rosfi'ah

Ini Cara Cegah Penularannya Covid-19 Berpotensi Menyebar melalui Udara jika di Tempat Tertutup

Maya Rosfi'ah

LPSK Kabulkan Permohonan Perlindungan Terhadap 14 ABK Korban Praktik Perbudakan di Kapal Ikan China

Maya Rosfi'ah

Masa Jabatan Presiden wajib Dibatasi Agar Tidak Memunculkan Otoritarian & Fasisme Perludem

Maya Rosfi'ah

Begini Kata Ahli Herbal Unair Ampuhkah Kunyit & Jahe buat Tangkal Virus Corona

Maya Rosfi'ah

Ini Tanggapan & Instruksi Presiden Joko Widodo Banjir di Jakarta pada Awal Tahun 2020

Maya Rosfi'ah

Kemendikbud Minta Guru Tanamkan Soft Skill Kepada Siswa Agar Tidak Tergantikan Teknologi Canggih

Maya Rosfi'ah

Kami Konsisten Dukung Presiden Dan Tak Urus Soal Jabatan Menteri Seknas Jokowi

Maya Rosfi'ah

Survei IPO Prediksi Prabowo Kalah Jika Ikut Pilpres 2024

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment