Image default
Metropolitan

Tersangka Pemerkosaan Bergilir Gadis di Bawah Umur Disebut Bukan Pacar Korban Baru Kenal Sepekan

Kapolsek Pagedangan AKP Efri membantah Fikri Fadhilah, salah satu tersangka pemerkosaan gadis di bawah umur secara bergilir di Tangerang, ialah pacar korban. Menurutnya, tersangka dan korban baru saling mengenal selama seminggu. "Kalau pacar sih gini, pertemuan mereka baru seminggu ya. Kalau pacar itu kan berarti sudah lama ya, sudah sekian bulan. Dan mungkin indikasinya kalau pacar itu enggak akan mungkinlah masa suruh nyicipin temen temennya," kata Efri kepada wartawan, Senin (15/6/2020).

Efri mengatakan Fikri Fadhilahlah yang mengaku sebagai pacar korban kepada pihak kepolisian. Namun, tak ada bukti bahwa yang bersangkutan memang pacar yang bersangkutan. "Ini ibaratnya, dia (tersangka, Red) menyimpulkan pacar ya, tapi ya seterah lah. Tapi kalau menurut saya sih ini orang baru kenal, kemudian diajak ketemu di suatu tempat. Kemudian dibawa ke salah satu rumah teman tersangka, kemudian mereka sudah kumpul 7 orang disitu. Kemudian korban dikasih eksimer, kemudian digilir secara bergantian," jelasnya. Lebih lanjut, ia menuturkan korban pertama kali mengenal Fikri Fadhilah melalui Facebook.

"Lewat medsos, Facebook. tersangka FF itu yang ngaku pacar dia (korban). Baru seminggu kenal, kemudian chat di Facebook, kemudian mereka bertemu. Nah kemudian berangkatlah ke suatu tempat itu," tukasnya. Diberitakan sebelumnya, aparat Polsek Pagedangan, menangkap empat pria yang menyetubuhi gadis di bawah umur. Keempat pria itu adalah FF, SU, DE dan AN. Mereka menyetubuhi OR (16), gadis asal Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), di rumah SU di bilangan Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (18/4/2020).

Selain FF, SU, DE dan AN, masih ada RI, DR dan DK yang juga menyetubuhi OR, namun belum tertangkap. Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban berkenalan dengan salah satu tersangka bernama Fikri Fadhilah alias FF lewat media sosial. Dari perkenalan tersebut, hubungan Fikri dan korban berlanjut hingga mereka berdua berpacaran.

Suatu ketika Fikri membujuk rayu korban yang masih berusia di bawah umur untuk mau berhubungan badan dengan dirinya. "Pada hari Sabtu, 18 April 2020 sekitar jam 01.00 WIB, tersangka 1 menjemput korban dan membawa ke rumah tersangka Sudirman di Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang," kata AKP Efri, Minggu (14/6/2020). Di lokasi tersebut, sudah ada tersangka lain yaitu Sudirman si pemilik rumah, Denis, Anjayeni, Rian, Dori, dan Diki.

"Kemudian, korban meminta pil kuning (eksimer) sebelum melakukan persetubuhan dan juga meminta uang Rp 100 ribu per orang untuk bisa menyetubuhinya," ucap Efri. Sudirman lantas pergi mencari pil eksimer itu dan kembali setelah 20 menit kemudian. Ia membeli tiga butir eksimer dalam waktu tersebut.

Lalu, tersangka lainnya bernama Fikri Fadhilah langsung mencekoki korban dengan tiga butir eksimer itu sekaligus. Mengonsumsi tiga butir pil sekaligus membuat korban kehilangan kesadaran. Momen itulah yang dimanfaatkan para tersangka menyetubuhi korban secara bergiliran.

Setelah menyetubuhi korban, masing masing dari mereka memberikan uang Rp 100 ribu. "Akibat kejadian tersebut, korban sakit dan pada tanggal 26 Mei 2020 dibawa ke Rumah Sakit khusus jiwa Darma Graha Serpong," ujar Efri. Tapi pada tanggal 9 Juni 2020 lalu, keluarga mengambil paksa korban dari rumah sakit.

Namun pada tanggal 11 Juni 2020 korban dinyatakan meninggal dunia. Keempat tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 Undang undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun hingga 15 tahun penjara.

Berita Terkait

Viral Pria Gendong Jenazah Karena Ambulans Puskesmas Tak Bisa Dipakai, Ini Respons Wali Kota

Maya Rosfi'ah

Seorang Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertabrak Kereta Akibat Terobos Pintu Perlintasan

Maya Rosfi'ah

5 Ruas Jalanan Ibu Kota Tergenang Hujan Deras Guyur Jakarta

Maya Rosfi'ah

KJP Anak Dicabut 2 Tahun Istri Sangat Kesal Namanya Dicatut Pemilik Lamborghini

Maya Rosfi'ah

Terkait Reklamasi, Pemprov DKI Diminta Berikan Kepastian dan Keadilan Hukum

Maya Rosfi'ah

Brigjen Pol. Ir. Hamli Berikan Sosialisai menuju Masyarakat Agar Sama-sama Memahami Apa Itu Terorisme

Maya Rosfi'ah

Ratusan Bus Transjakarta Jadi Rongsokan di Bogor, Dijaga Anjing Hitam

Maya Rosfi'ah

Gambar Sketsa Nuansa Kesedihan Tulis Curhatan buat Ayahnya Remaja 15 Tahun Bunuh Bocah 6 Tahun

Maya Rosfi'ah

Tolong Driver Ojol Tewas Tertimpa Baliho Cengkareng Teman Ojek Soal Pemeliharaan Papan Reklame

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment