Image default
Kesehatan

Tiga Alasan Ini yang Menjelaskan Mi Instan Berbahaya buat Kesehatan

Siapa coba yang tidak mengenal dan tidak menyukai makanan instan ini? Bahkan anak anak kecil pun bila disodori makanan ini dengan senang hati mereka akan menyantapnya. Kebanyakan penduduk Asia, seperti halnya nasi, bahkan menganggap makanan ini sebagai makanan pokok. Bahkan penduduk dunia pun sangat menyukai makanan yang kebanyakan diproduksi oleh bangsa Asia ini.

Makanan instan apa sih? Ya, mi instan. Bagi kebanyakan orang di luar sana, menyiapkan mi instan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu atau dua menit. Hal ini memudahkan siswa, orang tua, dan pekerja penuh waktu untuk membuat makanan yang tidak memerlukan banyak usaha.

Namun, tanpa disadari yang terjadi adalah memakan mi instan adalah risiko yang mengancam jiwa. Meskipun ada mitos umum seperti menambahkan sayuran ke dalam semangkuk mi instan untuk meningkatkan nilai gizi. Masalah yang ditimbulkan adalah sesuatu yang tidak hanya bisa diatasi dengan makanan mentah tersebut.

Konon, seperti dilansir dariMedical Daily, berikut ini beberapa alasan mengapa makan mi instan bisa berdampak buruk bagi kesehatan seseorang. Mi instan dapat menyaring sistem pencernaan, mendorongnya untuk memecah mi olahan selama berjam jam. Hal ini dapat mengganggu kadar gula darah seseorang dan pelepasan insulin jika dikonsumsi terlalu cepat

Mi instan mendorong pencernaan menjadi lambat, karena sering mengonsumsi pengawet dan bahan kimia beracun lainnya. Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan paparan berlebih dari butiran hidroksanisol dan t butil hidrokuinon. Dua bahan kimia itu biasa digunakan dalam produk untuk memperpanjang umur simpan.

Keduanya dapat menyebabkan kecemasan, asma dan diare. Orang orang yang selalu merencanakan cenderung makan mi instan beberapa kali seminggu. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Journal of Nutrition, terungkap bahwa orang yang mengonsumsi mi instan dalam jumlah yang tidak moderat memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik.

Serangkaian gejala termasuk memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL yang rendah, dan peluang lebih tinggi penyakit jantung, diabetes dan stroke. Tidak mengherankan jika mi instan mengandung banyak garam, yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension pada tahun 2014, ditemukan bahwa konsumsi natrium makanan tinggi diakui sebagai salah satu faktor utama dalam tingkat kematian yang tinggi dalam 23 studi kasus terakhir.

Natrium tambahan ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Laporan: K. Tatik Wardayati

Berita Terkait

Hal-hal yang Mungkin Membuat Kita Tidak Bahagia

Maya Rosfi'ah

8 Kebiasaan Sepele Wanita yang Bisa Mengancam Kesehatan Perempuan, Termasuk Makan!

Maya Rosfi'ah

Kabar Donor dari Habibie untuk Penglihatan Thareq, Bagaimana Prosedur Donor Mata?

Maya Rosfi'ah

Cuci Tangan Bantu Cegah Wabah Pneumonia Seperti yang Terjadi di Wuhan Tiongkok

Maya Rosfi'ah

TCSC-IAKMI akan Dukung Pelarangan Secara Iotal Penggunaan Rokok Elektronik

Maya Rosfi'ah

Vitamin D Jadi Kunci Agar ASI Busui Tidak Berkurang Saat Puasa

Maya Rosfi'ah

Pentingnya Berkumur Setelah Makan untuk Kesehatan Mulut

Maya Rosfi'ah

Sering Dipilih untuk Mengatasi Rasa Lembab di Miss V, Kapan Waktu Tepat Pakai Pantyliner?

Maya Rosfi'ah

Alat Makan Sampai Tenda di Pusat Observasi WNI dari Wuhan Disemprot Desinfeksi 3 Kali Sehari

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment