Image default
Sains

Udang Air Tawar Mencegah Serangan Schictosomiasis Terhadap Manusia

Para peneliti, menunjukkan udang air tawar dapat menyelamatkan kehidupan manusia dari Schistosomiasis. Sebelum tersaji di atas piring,udang tumbuh membesar dengan memakan siput air tawar. Mengutip National Science Foundation, siput air merupakan hewan penyebar parasit penyebab Schistosomiasis alis demam siput. Schistosomiasis merupakan penyakit mematikan kedua setelah malaria.

Penelitian baru yang dipimpin para ilmuwan University of California, Berkeley memberikanroadmapcara pemanfaatan udang memakan siput air tawar. Sehingga, proses tersebut dapat menurunkan penularan penyakit. Pengusaha pun dapat menyelamatkan kehidupan manusia sekaligus mendapatkan keuntungan dari berjualan udang. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di dalam Jurnal kelestarian alam, menunjukkan bagaimana pertanian udang air tawar skala kecil dapat menang meningkat, meningkatkan ekonomi di daerah yang sering terjangkit Schictosomiasis.

Christopher, UC Berkeley menjelaskan umumnya udang sungai merupakan produk akuakultur di lingkungan di seluruh dunia. Organisme ini tergolong predator yang ganas daripada siput air tawar. "Yang belum jelas adalah jika kami dapat menyatukan manfaat ekonomi dari udang agrikultur dengan penyakit mengontrol aktivitas udang," kata Christopher. Udang air tawar sudah diproduksi di seluruh dunia, dari Louisiana, Thailand, Senagal, dan negara lainnya.

Baca Juga:Hiu biru gunakan pusaran air untuk melacak sumber makanan Udang muda dibesarkan di dalam tempat penetasan, kemudian di tebar ke dalam saluran air tempat penularan Schistosomiasis. Kemudian, udang dipanen ketika sudah mencapai ukuran tertentu. Justin Remais, UC Berkeley and senior author menjelaskan saat udang dalam masa pertumbuhan, mereka memakan siput yang membawa parasit Schistosome.

Udang tidak dapat terinfeksi meskipun parasit tersebut telah dimakan. Sehingga udang dapat tumbuh, dipanen, dan dimakan dengan aman. "Keterkaitan dan kompleksitas makanan, air, energi, dan kesehatan mempunyai hubungan yang jelas dalam penelitian ini," kata Tom Torgersen, Program Director NSF's Division of Earth Sciences. Tom menambahkan poin penelitian ini menunjukkan cara pendekatan yang sama. Sekedar info, penelitian ini didanai oleh National Science Foundation.

Tri Sulistiowati/Sumber : National Science Foundation

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ilmiahnya Renggut Nyawa Warga Klaten Seganas Apa Tawon Ndas

Maya Rosfi'ah

Mulai Waktu Datangnya hingga Tembat Sambarannya Mitos-mitos Tentang Petir & Faktanya

Maya Rosfi'ah

Planet Terlarang Telah Ditemukan oleh Astronom, Berjarak 920 Tahun Cahaya dari Bumi

Maya Rosfi'ah

Pangeran Harry Berhenti Tugas di Afghanistan 5 Momen Ini Pernah Terjadi di Hari Kabisat 29 Februari

Maya Rosfi'ah

Kenapa Menguap Bisa Menular? Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Maya Rosfi'ah

Riset Ilmiah Ungkap Wanita yang Lahirkan Bayi Kembar Berusia Lebih Panjang

Maya Rosfi'ah

Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi Di Perairan Indonesia 17 20 Juni 2019

Maya Rosfi'ah

BMKG Sebut Hoax Beredar Pesan Soal Suhu Udara Capai 40 Derajat

Maya Rosfi'ah

Bikin Geger karena Lolos Lie Detector Anak Ini Ngaku Berasal dari Tahun 6491 & Terjebak di Bumi

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment