Image default
Sport

Ummi Fisabililah capai Gelar WIM & Norma WGM Bikin JAPFA Semangat Dukung Catur Indonesia

Pecatur Indonesia, Ummi Fisabililah kembali menorehkan keberhasilan dalam kompetisi Eastern Asia Juniors and Girls Chess Championship 2019. Pecatur muda ini berhasil memperoleh Gelar WIM dan sekaligus Norma WGM pertamanya. Keberhasilan tersebut diungkap oleh Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif. “Ummi Fisabililah berhasil memperoleh gelar WIM secara otomatis karena menduduki posisi tertinggi pada klasemen akhir di kelas Junior Putri. Namun yang tak kalah penting, WIM Ummi juga memperoleh norma WGM pertamanya di ajang ini,” ungkap Artsanti Alif.

Keberhasilan tersebut menurut Artsanti semakin menguatkan dukungan JAPFA bagi dunia catur Indonesia. Capaian yang dilakukan Ummi merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan PB Percasi selama beberapa tahun terakhir. “Keberhasilan Ummi tak bisa dilepaskan dari berbagai pertandingan yang diikutinya termasuk olympiade catur pada tahun lalu, karenanya ketika ada undangan untuk mengikuti pertandingan Eastern Asia Juniors and Girls Chess Championship 2019, JAPFA dengan sepenuh hati memberikan dukungan kepada PB Percasi untuk mengirimkan atlet terbaiknya,” ujar Artsanti Alif. Menurut Artsanti keberhasilan WFM Ummi Fisabililah untuk memperoleh gelar WIM merupakan sebuah perjuangan panjang.

Pecatur Putri Junior ini telah cukup terlatih melalui serangkaian pertandingan dengan mengikuti olympiade catur yang diselenggarakan di Batumi pada 2018 silam. Sebelumnya dia juga pernah mengikuti olympiade pada tahun 2012 dan 2014. “Berbagai pertandingan tersebut menurut Artsanti mampu bermain dengan cukup tenang dan mampu mengantisipasi permainan dibandingkan para pecatur lainnya,” kata Artsanti. Ajang Eastern Asia Juniors and Girls Chess Championship 2019 yang dilaksanakan di Batangas, Filipina dari tanggal 9 hingga 16 Desember 2019 ini merupakan pertandingan yang cukup melelahkan.

Setiap hari pertandingan dilaksanakan sebanyak dua kali. Lokasi pertandingan dengan hotel peserta tidak berada di satu tempat. “Lokasi pertandingan yang berbeda dengan hotel cukup menjadi tantangan bagi tim Indonesia. Pertandingan dilaksanakan pada pagi hari. Kemudian siang hari kembali ke hotel untuk makan siang dan sorenya harus kembali bertanding,”ujar Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PERCASI. “di ajang kali ini, PB PERCASI dengan dukungan JAPFA mengirimkan 5 orang pecatur junior andalannya untuk bertanding di nomor klasik dan nomor blitz,” imbuhnya. Lima orang pecatur yang dikirim terdiri dua orang pecatur pria, FM Daniel Lumban Tobing (2216) dan IM Gilbert Elroy Tarigan (2210).

Gilbert dipercaya memperkuat tim Indonesia karena sebelumnya juga telah mendapatkan gelar IM di pertandingan Eastern Asia Chess Championship di Bangkok pada medio 2019. Sedangkan tim Putri, PB Percasi mengirimkan WFM Christine Elisabeth (1868), Vania Vindy (1830), dan WFM Ummi FIsabililah (2166). “Meski di Junior Putri, Tim Indonesia berhasil menempatkan WFM Ummi di posisi puncak klasemen untuk nomor klasik. Sayangnya tim putra Indonesia belum dapat masuk di lima besar untuk nomor klasik. Tim Putra Indonesia terpaksa harus bertahan pada posisi 7 (IM Gilbert Tarigan) dan Posisi 8 (FM Daniel Tobing). Kedua pecatur Indonesia didorong oleh pecatur tuan rumah yang menduduki ranking 1 hingga 6 pada klasemen akhir,” tutur Kristianus Liem. Kris juga mengisahkan Tim Indonesia tetap ditakuti pada nomor blitz. IM Gilbert Tarigan dan FM Daniel Tobing berhasil menduduki posisi kedua dan ketiga pada klasemen akhir untuk nomor blitz.

Sedangkan untuk pecatur putri berhasil memposisikan WFM Ummi Fisabililah pada posisi puncak, WFM Christine Elisabeth pada posisi ketiga, dan Vania VIndy pada posisi ketiga. “Nomor Blitz masih menjadi unggulan bagi para pecatur Indonesia dan mampu memberikan perlawanan mumpuni kepada pecatur tuan rumah,” ujar Kristianus Liem. Keberhasilan WFM Ummi Fisabililah untuk memperoleh Gelar WIM Dan Norma WGM merupakan buah penantian dan perjuangan yang panjang. Ummi memperoleh gelar WFM pada tahun 2012 dan hingga penghujung tahun 2019, dia baru mendapatkan dua kali norma WIM.

“Senang sekali bisa menjuarai pertandingan ini, karena otomatis langsung mendapatkan gelar WIM dan mendapatkan norma Grand Master,”ujar WFM Ummi Fisabililah. “Terimakasih JAPFA atas dukungannya,” katanya.

Berita Terkait

Jonatan Christie Juga Melenggang menuju Babak Semifinal French Open 2019

Maya Rosfi'ah

Kasus Gugatan Munas PP Perbasi Masuk menuju Pokok Perkara Sidang Mediasi Deadlock

Maya Rosfi'ah

SPPOI-Eminence Jadi Pilihan Pre Competition Medical Assesment Atlet Profesional

Maya Rosfi'ah

IBL berhasil Menginspirasi Pebasket Muda Kaget Lihat GOR Sahabat Penuh Point Guard Louvre Surabaya

Maya Rosfi'ah

Tim Putra Indonesia Lolos menuju Semifinal Badminton Asia Team Championships 2020 Tundukkan Filipina

Maya Rosfi'ah

Jadwal & Klasemen Sementara Proliga 2020 Jakarta Pertamina Energi Masih Kokoh di Puncak TERBARU

Maya Rosfi'ah

Tyson Fury Sesumbar 1000 Tahun Tidak Akan Kalah Jelang Hadapi Anthony Joshua

Maya Rosfi'ah

13 Kali Beruntun Gagal Naik Podium Menyerahkah Valentino Rossi

Maya Rosfi'ah

Yamaha Klaim Sudah Menemukan Setelan Motor yang Pas Buat Valentino Rossi

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment