Image default
Internasional

Warga Malaysia yang Ingin Pulang Kampung wajib Daftar menuju Polisi dari 25 April 2020

Warga Malaysia yang ingin pulang kampung diwajibkan menyerahkan aplikasi pendaftaran mereka pada pihak kepolisian mulai 25 April 2020. Terkait informasi tersebut, Menteri Senior (Keamanan) Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob angkat bicara. Namun, izin untuk mengirim mereka pulang masih dalam tinjauan dan saran dari Depertemen Kesehatan (Depkes).

"Mereka dapat mulai melaporkan ke polisi secara online, melalui aplikasi Gerak Malaysia, yang merupakan kolaboriasi antara polisi dan Kementerian Komunikasi dan Multimedia (MOH) mulai 25 April 2020," katanya. "Bagi mereka yang tidak memiliki fasilitas ponsel pintar dan semacamnya, aplikasi dapat dibuat di kantor polisi terdekat," terangnya. "Tetapi harus membuat janji terlebih dahulu untuk menghindari antrean di kantor polisi," paparnya dalam konferensi pers, setelah Pertemuan Menteri Khusus terkait Implementasi Komando Pengendalian Gerakan (GPP) di Putrajaya, Kamis (23/4/2020).

Lebih jauh, Ismail Sabri menagtakan, dia akan meninjau setiap aplikasi terlebih dahulu. Bila diizinkan, langkah ini diharapkan akan terealisasi pada 1 Mei 2020 mendatang. "Mereka yang mendaftar harus memberikan nama mereka, berapa banyak anggota keluarga dan ke mana harus pergi, dari desa mana, zona merah atau hijau, dan sebagainya," tegasnya.

Mengomentari hal ini, Ismail Sabri mengatakan, dia menyadari berapa jumlah penduduk yang ingin kembali ke rumah mereka. Hal ini karena, menurut Ismail Sabri, para warga Malaysia telah terlalu lama meninggalkan rumah. "Seperti yang sudah saya sebutkan, sebelum CPP, banyak orang berjuang untuk kembali ke kota asal mereka," katanya.

"Mereka telah berada di desa selama lebih dari satu bulan," ucapnya. "Banyak yang mengeluh, mereka tidak punya pakaian untuk dikenakan, karena sudah terlalu lama berada di desa" jelasnya. Ismail Sabri menambahkan, pihak berwenang memahami keinginan warga Malaysia untuk pulang.

"Ada yang khawatir rumah mereka akan rusak," tuturnya. Ismail Sabri mengatakan, dibandingkan dengan jumlah siswa institusi pendidikan tinggi (IPT), pemerintah tidak memiliki informasi tentang jumlah mereka yang memutuskan kembali ke rumah.

Berita Terkait

Viral Suami Istri Ditegur Oknum Petugas karena Pegangan Tangan di Pantai, Sempat Diawasi Sebelumnya

Maya Rosfi'ah

Bank Dunia Siap Mobilisasi Bantuan Pembiayaan buat Lebanon

Maya Rosfi'ah

Gara-Gara Turis Indonesia Bikin Shinkansen Terlambat Berangkat Lebih dari 10 Menit VIRAL

Maya Rosfi'ah

Tempat Duduk Penobatan Kaisar Baru Jepang Boleh Dilihat buat Umum dari Hari Ini Takamikura

Maya Rosfi'ah

Polisi Wanita Amankan Jalannya Ibadah Haji di Mekkah buat Pertama Kalinya

Maya Rosfi'ah

Bertemu Trump, Kim Jong Un Tawarkan Bongkar Fasilitas Pembangkit Nuklir di Yongbyon

Maya Rosfi'ah

Viral, Nikah Berkonsep Tanpa Pelaminan, Siti dan Hafiz Habis Uang Tak Sampai Rp 3 Juta untuk Resepsi

Maya Rosfi'ah

Ternyata Didiagnosis Kanker Payudara Karena Alat Ini Kisah Wanita Pergi Liburan Bareng Keluarga

Maya Rosfi'ah

Meningkat Hampir 1.500 Kasus hanya Dalam Sehari Jumlah Pasien Terkena Virus Corona Jadi 6.062 Orang

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment